KBEonline.id – Seorang anak punk meninggal dunia akibat di tikam oleh rekannya sendiri di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/6/2026). Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang identitasnya belum diketahui.
Kejadian tersebut diduga dipicu persoalan asmara cinta segitiga yang melibatkan seorang perempuan anak punk berinisial M. Sebelum penikaman terjadi pada dini hari tadi, korban dan pelaku disebut beberapa kali terlibat cekcok sejak Jumat (26/6/2026) malam.
Seorang warga setempat, IS (41) mengatakan korban dan pelaku sempat berselisih di beberapa lokasi sebelum penikaman menjelang subuh.
Baca Juga:Komitmen Majukan Sepak Bola Indonesia, Elok Buah Kembali Jadi Sponsor Utama LJI U10 dan U12 Tingkat JabarLJI Tingkat Jabar 2026, Wakil Ketua DPRD Haji Oma Doakan Tim Karawang Lolos ke Ajang Nasional Piala Presiden
“Mereka sempat cekcok tuh dari mulai di depan Kampung Kalijeruk, sama di Wangkal,” ujar IS.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban FA diketahui menjalin hubungan dengan M dan sempat tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan. Pelaku yang kerap mengamen bersama korban dan M diduga juga memiliki perasaan terhadap perempuan tersebut.
Kondisi itu diduga memicu kecemburuan hingga perselisihan memanas dan berujung pada penikaman yang menewaskan FA.
IS mengatakan, hingga Sabtu sore, bekas darah korban masih terlihat di lokasi kejadian.
“Itu di lokasi tadi sih masih ada bekas darahnya ya,” katanya.
Seusai kejadian, jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk autopsi. Sementara itu, pelaku masih dalam pengejaran personel Polsek Cikarang Barat bersama Polres Metro Bekasi.
“Masih kita dalami pelaku juga masih dalam pengejaran,” kata Kanitreskrim Polsek Cikarang Barat Iptu Engkus Kusnadi saat dikonfirmasi wartawan. (bbs/br1)
