Strategi pembelajaran aktif sangat relevan diterapkan untuk meningkatkan literasi siswa karena melalui kegiatan aktif siswa akan lebih mudah memahami informasi dan mengembangkan kemampuan berbahasa. Pembelajaran aktif juga dapat meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja sama.
Kecerdasan numerasi adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Namun, upaya meningkatkannya tidak bisa parsial. Ia membutuhkan sinergi antara kebijakan yang berpihak, pendidik yang sejahtera, dan pendekatan pembelajaran yang humanis.
Sudah saatnya kita mengembalikan esensi pendidikan: mendidik dengan hati. Karena pada akhirnya, matematika bukan hanya tentang angka, tetapi tentang cara manusia memahami dunia dan mengambil keputusan di dalamnya.
Baca Juga:AKBP Fiki N Ardiansyah Jadi Kapolres Terakhir, Polres Karawang Naik Jadi PolrestaSempat Kabur ke Tambelang, Pelaku Penikaman Anak Punk di Cikarang Menyerahkan Diri
Secara sederhana, literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Namun, dalam perkembangan pendidikan modern, literasi memiliki makna yang lebih luas. Literasi mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif.
Menurut UNESCO, literasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, berkomunikasi, serta menggunakan materi tertulis dalam berbagai konteks kehidupan. Literasi menjadi keterampilan dasar yang sangat penting dalam kehidupan modern.
Dalam konteks pendidikan dasar, literasi meliputi: 1) Literasi baca tulis, 2) Literasi numerasi, 3) Literasi sains, 4) Literasi digital, 5) Literasi budaya dan kewargaan, dan 6) Literasi finansial.
Pentingnya literasi bagi siswa MI/SD, literasi memiliki peranan penting dalam perkembangan akademik dan sosial siswa. Melalui kegiatan membaca dan menulis, siswa belajar memahami informasi, menganalisis masalah, serta menyampaikan pendapat dengan baik. Kemampuan literasi juga membantu siswa memahami berbagai mata pelajaran karena siswa mampu menangkap isi bacaan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, literasi dapat menumbuhkan kreativitas siswa melalui kegiatan membaca cerita, menulis pengalaman, maupun berdiskusi dengan teman. Buku dan berbagai bacaan yang positif juga mampu membentuk karakter siswa seperti disiplin, tanggung jawab, jujur, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Siswa yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih mudah berkomunikasi, menyampaikan ide, dan memiliki rasa percaya diri dalam kegiatan pembelajaran.
