Strategi Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Literasi Siswa MI/SD

Dosen Institut Agama Islam Rakeyan Santang (IRAKS).
‎Meilia Prehartanti, S.Pd., M.Pd, Dosen Institut Agama Islam Rakeyan Santang (IRAKS). (Kbeonline.id)
0 Komentar

PADA era globalisasi dan perkembangan digital saat ini, berbagai bidang kehidupan mengalami perubahan yang sangat pesat, termasuk bidang pendidikan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara manusia mendapatkan pengetahuan, berinteraksi, serta melakukan proses pembelajaran. Kehadiran internet, media digital, dan berbagai aplikasi pendidikan membuat akses informasi menjadi lebih mudah dan cepat sehingga menuntut dunia pendidikan untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

‎Peserta didik saat ini hidup di tengah banjir informasi yang datang dari berbagai sumber, baik media sosial, internet, televisi, maupun lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menuntut dunia pendidikan untuk mampu mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan literasi yang baik.

‎Literasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Literasi tidak hanya berarti kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, serta memanfaatkan informasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan literasi yang baik akan membantu siswa memahami pelajaran, meningkatkan daya pikir, serta membentuk karakter yang cerdas dan kreatif.

Baca Juga:AKBP Fiki N Ardiansyah Jadi Kapolres Terakhir, Polres Karawang Naik Jadi PolrestaSempat Kabur ke Tambelang, Pelaku Penikaman Anak Punk di Cikarang Menyerahkan Diri

‎Namun, kenyataannya kemampuan literasi siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca siswa masih kurang, kemampuan memahami bacaan belum optimal, dan kebiasaan membaca belum menjadi budaya di lingkungan sekolah maupun keluarga. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi guru, khususnya guru Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar.

‎Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar merupakan jenjang pendidikan dasar yang sangat penting dalam membentuk kemampuan literasi peserta didik. Pada tahap ini, siswa mulai belajar membaca, menulis, memahami teks, serta mengembangkan kemampuan berpikir. Jika kemampuan literasi tidak dibangun dengan baik sejak dini, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran pada jenjang berikutnya.

‎Dalam menghadapi tantangan tersebut, guru dituntut untuk mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, aktif, kreatif, dan menyenangkan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah strategi pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif merupakan proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar sehingga siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga aktif berpikir, berdiskusi, membaca, menulis, bertanya, dan memecahkan masalah.

0 Komentar