KARAWANG, KBEOnline.id – Warga RT 05 Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, melayangkan somasi kepada Perum Bulog Karawang terkait dugaan serbuan kutu yang disebut berasal dari gudang penyimpanan beras milik Bulog. Somasi tersebut disampaikan melalui kuasa hukum dari Law Firm Merah Putih pada Selasa (30/6/2026).
Kuasa hukum warga, Joen, SH., mengatakan langkah hukum tersebut ditempuh setelah berbagai keluhan masyarakat terkait dugaan serangan kutu dinilai belum memperoleh penyelesaian yang memuaskan.
“Kami melayangkan somasi atas kuasa warga RT 05 dan masyarakat di sekitar gudang. Sudah terlalu lama mereka mengeluhkan persoalan ini, tetapi belum ada penyelesaian yang nyata,” ujarnya.
Baca Juga:6 HP Paling Laris dan Worth It Dibeli Pertengahan 2026: Ada iPhone, OPPO hingga VivoUNSIKA Resmi Mulai Pembangunan Gedung Serbaguna Kampus 2, Target Rampung Akhir 2026
Menurut Joen, kutu yang diduga berasal dari gudang beras tersebut telah menyebar hingga ke lingkungan permukiman dan masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi itu, kata dia, mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima dari warga, sumber serbuan kutu diduga berasal dari gudang penyimpanan beras Bulog di wilayah Tunggakjati. Dugaan tersebut menjadi dasar warga meminta adanya penanganan dan investigasi secara menyeluruh.
Joen juga mengaku menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan dan harus menjalani perawatan medis. Karena itu, pihaknya menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal ketidaknyamanan. Ini sudah menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat,” katanya.
Selain dugaan serbuan kutu, kuasa hukum warga turut menyoroti aktivitas operasional gudang yang disebut masih berlangsung hingga larut malam. Berdasarkan keterangan warga, kendaraan pengangkut beras kerap keluar masuk gudang pada waktu ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat.
Pihaknya juga menyampaikan adanya laporan warga mengenai karung beras yang terlihat masuk ke gudang tidak menggunakan karung berlogo Bulog sebagaimana yang umum dikenal masyarakat. Namun demikian, Joen menegaskan pihaknya tidak mengetahui asal-usul maupun kepemilikan beras tersebut dan hanya menyampaikan informasi yang diterima dari warga.
“Kami hanya menyampaikan apa yang menjadi laporan warga. Karung yang terlihat merupakan karung biasa, bukan berlogo Bulog. Kami tidak mengetahui asal-usul beras tersebut,” jelasnya.
