Secara keseluruhan, Spanyol tampil lebih efektif dalam membangun serangan. Permainan vertikal yang dipimpin Dani Olmo, Pedri, dan Rodri mampu membuat aliran bola mengalir cepat menuju lini depan. Pergerakan Mikel Oyarzabal sebagai false nine juga beberapa kali merepotkan lini belakang Portugal karena terus bergerak mencari ruang dan membuka celah bagi rekan-rekannya.
Sementara itu, Portugal tetap mengandalkan permainan sabar dengan membangun serangan dari lini belakang. Berbeda dari laga-laga sebelumnya yang lebih banyak mengeksploitasi sisi sayap, kali ini Portugal lebih sering menguasai area tengah melalui kombinasi Vitinha dan Bruno Fernandes sebelum melakukan perpindahan bola cepat ke kedua sisi lapangan. Strategi tersebut beberapa kali berhasil menciptakan peluang berbahaya meski belum mampu mengubah papan skor.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedua tim sama-sama gagal memanfaatkan peluang yang dimiliki. Penampilan impresif Diego Costa dan Unai Simón di bawah mistar menjadi alasan utama mengapa laga masih berakhir imbang 0-0 saat turun minum.
