Seiring waktu, bangunan yang dulu hanya satu mulai berkembang. Aku masih ingat Ketika Technomart mulai hadir, lalu Festive Walk ikut melengkapi kawasan tersebut pada 2015. Bagiku yang masih remaja, Kawasan itu seperti terus tumbuh Bersama usiaku. Setiap kali datang, selalu ada sudut baru untuk dijelajahi, tenant baru yang ingin dikunjungi, dan pengalaman baru yang ingin dicoba.
Aku mulai menyadari, KCP bukan hanya berkembang secara fisik. Perlahan, tempat itu berubah menjadi ruang berkumpul masyarakat Karawang. Orang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga bertemu teman, makan bersama keluarga, menonton hiburan, atau sekadar menikmati akhir pekan. Aku pun ikut menjadi bagian dari perubahan itu.
Masa SMA menjadi babak yang berbeda. KCP mulai menjadi tempat favorit untuk bertemu teman-teman. Seusai sekolah atau saat libur, kami menghabiskan waktu disana. Dari berburu makanan baru, menonton pertunjukan, hingga sekadar duduk berlama-lama sambil berbincang tentang mimpi-mimpi yang saat itu terasa begitu besar. Tanpa kusadari, banyak kenangan masa remajaku tercipta di tempat yang sama yang dulu hanya kukenal sebagai bangunan baru. Seakan kenagangan itu tertinggal di lorang-lorong bangunan itu.
Baca Juga:Jadwal Bioskop Trans TV 20 Juli 2026 Lengkap Sinopsis, Malam Ini Nonton Film Spectre dan John Wick: Chapter 3Lansia Tanpa Identitas Tewas Diduga Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Pacing Rengasdengklok
Ibu pun melihat perubahan itu. Jika dulu aku selalu menggandeng tangannya saat berjalan di dalam mall, perlahan aku mulai datang bersama teman-teman. Namun menurutya , ada satu hal yang tidak pernah berubah.
”Dari kecil sampai sekarang, kalau kamu lagi di Karawang pasti ujung-ujungnya ke KCP, kayaknya memang sudah jadi kebiasaan,” ujarnya.
Lalu datang masa yang tidak pernah dibayangkan siapa pun. Pandemi COVID-19 membuat pusat-pusat keramaian mendadak sepi. Aku masih ingat suasana KCP yang berbeda. Tempat yang biasanya penuh tawa berubah menjadi ruang yang lebih sunyi. Pembatasan aktivitas membuat orang tidak lagi bebas berkumpul seperti dulu.
Namun justru dari situ aku melihat arti sebuah ketahanan. Di tengah masa sulit, KCP terus bertahan. Perlahan, ketika keadaan mulai membaik, kehidupan kembali berdetak. Pengunjung mulai berdatangan lagi, tenant kembali ramai, dan suasana yang dulu sempat hilang perlahan kembali hadir. Sama seperti masyarakat Karawang yang bangkit, KCP juga ikut bangkit.
