KBEONLINE.ID, BEKASI – Kekeringan Ekstrem mulai melanda sektor pertanian di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, lahan pertanian seluas 2.592 hektare masuk kategori terancam kekeringan, sementara 75 hektare sawah telah terdampak secara langsung akibat minimnya pasokan air.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah berada di Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Puluhan hektare sawah mengalami kekeringan sehingga tanaman padi mengering sebelum memasuki masa panen dan berujung gagal panen.
Petani setempat, Ishak (41), mengatakan kemarau yang berlangsung sejak Mei hingga Juni semakin memburuk dalam satu bulan terakhir. Menurutnya, lahan pertanian di desanya bergantung sepenuhnya pada air hujan karena merupakan sawah tadah hujan.
Baca Juga:Lumayan Buat Gacha! Kode Redeem Seven Knight Rebirth Juli 202610+ Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 22 Juli 2026 : Ada Klaim Skin, Bundle, Emote hingga Loot Crate Gratis
“Sudah satu bulan lebih kering. Kali juga sudah tidak mengalir, jadi tidak ada air untuk dipompa ke sawah. Kondisi padinya sudah gagal total,” ujar Ishak, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, hampir seluruh petani di desanya mengalami nasib serupa. Sekitar 67 persen warga Desa Sirnajati menggantungkan hidup dari sektor pertanian sehingga kekeringan berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.
Menurut Ishak, kondisi saat ini lebih parah dibandingkan musim kemarau tahun lalu. Jika sebelumnya masih turun hujan setiap pekan, kini hujan tidak turun selama lebih dari satu bulan sehingga tanaman padi tidak lagi memiliki peluang untuk diselamatkan.
Untuk mengurangi kerugian, sebagian petani memilih memotong tanaman padi yang mengering untuk dijadikan pakan ternak sapi dan kambing karena sudah tidak memungkinkan dipanen.
Ishak mengaku kerugian yang dialami petani mencapai jutaan rupiah. Untuk menggarap lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi, petani harus mengeluarkan modal sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta, termasuk biaya pengolahan lahan dan pupuk yang kini semakin mahal.
“Kalau sudah begini modal tanam tidak kembali. Biaya sekarang mahal, sementara hasil panen tidak ada,” katanya.
Selain minimnya curah hujan, petani juga menyebut sebagian lahan terdampak serangan hama wereng yang semakin memperburuk kondisi tanaman padi.
Baca Juga:Jadwal Bioskop Trans TV 22 Juli 2026 Lengkap Sinopsis, Malam Ini Nonton Film Kriminal-AksiDaftar Link Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Terbaru Gratis, Ekspresikan Dukungan untuk Buah Hati
Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menyatakan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama, luas lahan yang terdampak diperkirakan terus bertambah.
