CIKARANG SELATAN, KBEonline.id – Kasus anemia pada remaja, khususnya remaja putri, merupakan masalah kesehatan serius. Penyebabnya karena rendahnya asupan zat besi, menstruasi bulanan, dan pola makan yang tidak seimbang seperti diet ketat atau sering mengonsumsi makanan cepat saji.
Kondisi tersebut berdampak pada menurunya konsentrasi belajar serta memicu risiko kesehatan jangka panjang seperti stunting pada keturunan kelak.
Melihat kondisi tersebut, Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, membuat suastu inovasi Teladan Ceria (Teman tablet tambah darah untuk cegah anemia). Inovasi itu dirancang untuk menekan Kasus anemia remaja di bawah UPTD Puskesmas Cibatu.
Baca Juga:Rekomendasi 9 Tempat Nongkrong di Karawang yang Cozy dan NyamanTingkatkan Kompetensi Mengajar Renang Guru Olahraga SD, Dosen Unsika Gelar Pelatihan Lewat Kegiatan PkM
Ketua Tim Inovator pada UPTD Puskesmas Cibatu, Sri Rahayu mengungkapkan, inovasi Teladan Ceria ini dinilai efektif dalam mengintervensi remaja putri yang masih duduk di bangku SMP/SMA Negeri dalam mencegah penyakit anemia.
” Jadi keprihatian kami (Puskesmas Cibatu,red) terhadap kepatuhan anak-anak remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah itu dari tahun 2020 yang dinilai masih rendah karena bersamaan kasus Covid 19,” kata Sri Rahayu di Puskesmas Cibatu.
Sri menjelaskan, ada saat pembentukan inovasi pihaknya melakukan perencanaan di tingkat Puskesmas kemudian membuat tim, dan mensosialisasikannya ke beberapa sekolah, diantaranya sekolah-sekolah Negeri sebagai pionir.
“Setelah melakukan sosialisasi kemudian terbentuklah di masing-masing sekolah kader-kader yang tugasnya mengawasi remaja putri agar minum tablet tambah darah secara teratur,” ucapnya.
Dalam 1 kelas dibentuk dua kader untuk mengawasi teman-temannya mengkonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Para pengawas dan pengurus Unit Kerja Sekolah (UKS) juga melaporkan progres setiap dua bulan sekali ke Puskesmas Cibatu untuk di evaluasi.
“Alhamdulillah Guru-guru, lintas sektoral juga menunjang kegiatan itu karena memang remaja putri ini susah meminum tablet sesuai jadwal yang jadwalnya seminggu sekali,” tuturnya.
Ia menuturkan, awalnya, dari jumlah remaja putri yang berjumlah kurang lebih 3.000 siswa SMP dan SMA yang di bawah pengawasan Puskesmas Cibatu hanya 50 persen yang mengkonsumsi tablet tambah darah.
Baca Juga:Tinjau Lapas Karawang, Rieke Diah Pitaloka Apresiasi Pemanfaatan Lahan Kosong untuk Ketahanan PanganLPCK Catat Kinerja 1H26: Respons Positif Pasar Pada Segmen Rumah Tapak, Pendapatan Rp 1,62 Triliun
” Jadi saat itu (tahun 2020,red) hanya sekitar 50 persen yang mengkonsumsi tablet tambah darah dan sekarang sudah hampir 100 persen dan anemianya pun sudah makin menurun,” ujarnya.
