Warga Kampung Peundeuy Timur Gotong Royong Dua Bulan, Bentangkan Sang Saka Merah Putih Raksasa

Warga Gotong Royong Bentangkan Sang Saka Merah Putih Raksasa.
Warga Kampung Peundeuy Timur Gotong Royong Dua Bulan, Bentangkan Sang Saka Merah Putih Raksasa. (foto: KBEonline.id)
0 Komentar

BEKASI, KBEonline.id – Keraguan warga akhirnya terjawab. Mimpi membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 500 meter yang sempat dianggap mustahil kini benar-benar terwujud di Kampung Peundeuy Timur (Pentim), RT 01, 02, dan 03/RW 01, Desa Karangsatu, Kecamatan Karangbahagia. Selama hampir dua bulan, sekitar 150 warga bergotong royong mewujudkan simbol kecintaan terhadap Tanah Air itu untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bentangan Sang Saka Merah Putih raksasa tersebut kini menjadi ikon perayaan Agustusan di kampung itu. Seluruh proses pembangunannya dilakukan secara swadaya, mulai dari pengumpulan dana, penyediaan material hingga pengerjaan yang melibatkan ratusan warga.

Ketua Pelaksana, Berlin, mengaku proses mewujudkan bendera sepanjang 500 meter tidaklah mudah. Di awal perencanaan, banyak warga yang meragukan target tersebut bisa tercapai.

Baca Juga:Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 2 Agustus 2026 Lengkap Cara Klaim: Ada Skin, Bundle hingga VoucherDaftar HP Terbaru yang Rilis Agustus 2026, Spesifikasi Gahar, Baterai Ada yang Sampe 10.000 mAh

“Awalnya tantangan banyak. Warga bilang, ‘Ah, mana mungkin tercapai segini panjangnya, kudu berapa bulan pembuatannya.’ Tapi saya terus menyemangati setiap hari. Alhamdulillah masyarakat akhirnya mendukung semua. Ada yang nebang bambu, ngebor sampai mendirikan tiang,” ujar Berlin kepada Cikarang Ekspres, Minggu (2/8).

Menurut Berlin, gagasan itu berawal dari keinginan warga menghadirkan suasana peringatan kemerdekaan yang berbeda. Pada tahun pertama, bendera yang dipasang hanya sepanjang 40 meter. Dari tahun ke tahun ukurannya terus bertambah hingga kini mencapai 500 meter.

“Awalnya cuma 40 meter. Alhamdulillah tahun ini sudah mencapai 500 meter,” katanya.

Untuk mewujudkan bendera raksasa tersebut, warga mengumpulkan dana secara swadaya. Total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp25 juta.

“Biayanya sekitar Rp25 juta. Alhamdulillah semuanya dari swadaya masyarakat. Kekompakan warga yang membuat kegiatan ini bisa terlaksana,” ucapnya.

Selain menyumbang dana, warga juga bergotong royong menyediakan material dan tenaga. Sedikitnya 120 batang bambu digunakan sebagai tiang penyangga dan sekitar 60 batang bambu sebagai penopang bagian atas. Sementara kain merah putih yang digunakan mencapai sekitar 20 rol.

Selama hampir dua bulan, sekitar 150 warga bergantian mengerjakan seluruh proses pembangunan, mulai dari menebang bambu, mengebor, mendirikan tiang hingga membentangkan bendera.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Bentangan Merah Putih sepanjang 500 meter kini menjadi kebanggaan warga sekaligus menarik perhatian masyarakat yang datang untuk melihat dan mengabadikannya.

0 Komentar