Dari Sampah Jadi Paving Block: Cerita Warga Pinayungan Soal KKN UBP Karawang

KKN UBP Karawang
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur. (foto: kbeonline.id)
0 Komentar

KARAWANG, KBEOnline.id – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, mendapat apresiasi langsung dari tokoh masyarakat setempat. Ketua RT 007, Wawan, mengaku program-program yang dijalankan mahasiswa selama masa pengabdian memberikan dampak yang terasa langsung oleh warga, terutama dalam isu pengelolaan sampah dan pemberdayaan lingkungan.

Dalam sesi wawancara singkat, Wawan menceritakan kesan pertamanya saat tim KKN UBP Karawang mulai bertugas di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran mahasiswa sempat disambut dengan rasa penasaran dari warga, namun seiring berjalannya waktu, program-program yang dibawa justru menjawab persoalan yang selama ini belum sempat tertangani.

“Awalnya warga cuma penasaran, ada mahasiswa KKN masuk ke sini mau ngapain. Tapi begitu programnya jalan, terutama yang soal sampah, saya lihat sendiri antusias warga meningkat. Selama ini pengelolaan sampah di sini memang jadi PR bersama, belum ada yang benar-benar menggerakkan,” ujar Wawan.

Baca Juga:Rekomendasi Kebab di Dekat LippoLand Karawang, Lezat dan Full Rempah!Tanam Mangrove di Pantai Tangkolak, POSSI Karawang Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan Pesisir

Ia secara khusus menyoroti program edukasi pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block yang digagas mahasiswa KKN. Menurutnya, program ini membuka wawasan baru bagi warga Desa Pinayungan bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

“Sampah plastik yang tadinya cuma dibuang atau dibakar, sekarang ada gambarannya bisa diolah jadi paving block. Ini jadi ide baru buat warga di sini, bahwa sampah itu sebenarnya punya nilai kalau diolah dengan benar. Semoga ke depannya bisa benar-benar diterapkan di desa kami,” kata Wawan.

Selain program lingkungan, Wawan juga menyinggung soal manfaat lain yang dirasakan warga, mulai dari pendampingan legalitas usaha bagi pelaku UMKM hingga kegiatan edukatif untuk anak-anak sekolah dasar di wilayahnya. Menurutnya, kombinasi program-program tersebut membuat kehadiran mahasiswa KKN terasa menyeluruh, tidak hanya menyentuh satu aspek kehidupan warga saja.

“Yang saya apresiasi, mahasiswa KKN ini nggak cuma bikin program terus selesai gitu aja. Mereka juga turun langsung, ngobrol sama warga, dengerin apa yang sebenarnya dibutuhkan di sini. Itu yang bikin programnya kerasa nyambung sama kondisi kami,” ujarnya.

0 Komentar