“Saya meminta Pak Camat, Bu Kabid dan PJT untuk berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait lainnya, seperti PUPR dan LH. Ini menjadi pekerjaan rumah kita ke depan agar jangan sampai terulang kembali,” tuturnya.
Mumun menilai, persoalan eceng gondok dan ganggang yang menyumbat saluran perlu mendapatkan penanganan secara berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah perlu mencari metode yang lebih efektif agar permasalahan serupa tidak terus berulang setiap musim tanam.
“Penanganan eceng gondok dan ganggang ini apakah ada cara lain selain dikeruk? Ini perlu kita pikirkan bersama. Jangan sampai setiap ada masalah baru kita turun tangan,” katanya.
Baca Juga:Baru 100 Hari Letkol Inf Nanda Siswanto Komandoi Kodim 0604/Karawang Banyak Program Masyarakat TerwujudAlhamdulillah Wasyukurillah, Pendapatan Kabupaten Bekasi Sudah Tembus Rp 2,02 Triliun
Selain normalisasi, Mumun juga mendorong adanya dukungan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi persoalan pengairan, seperti pengadaan alat berat berikut operator dan BBM, maupun pompa air yang dapat digunakan ketika kondisi darurat.
“Apakah perlu pengadaan beko plus operator dan BBM-nya, pengadaan pompa, atau ada bagian khusus yang menangani saluran ini di Dinas Pertanian. Semua opsi harus kita kaji,” tegasnya.
Mumun juga mempertanyakan kemungkinan penerapan kembali kalender tanam seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Menurutnya, pengaturan waktu tanam dapat menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan kebutuhan air dengan kondisi jaringan irigasi.
“Atau apakah memungkinkan jika ada kalender tanam seperti dulu. Ini juga perlu kita lihat lagi, karena pengaturan pola tanam penting supaya kebutuhan air bisa disesuaikan,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan kekeringan di Pakisjaya tidak boleh hanya diselesaikan secara sementara. Perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur saluran air harus menjadi perhatian bersama agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan dengan baik.
“Intinya, perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur saluran air ini yang harus dibenahi. Jangan hanya ketika sudah terjadi kekeringan baru kita bergerak. Harus ada antisipasi dan pemeliharaan secara rutin agar persoalan seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (Siska)
