Bagi Andini, keterlibatan anak muda juga menjadi alasan kuat dirinya maju dalam pemilihan BPD. Ia ingin membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga kapasitas untuk ikut membangun sekaligus mengawal jalannya pemerintahan desa.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak muda bukan hanya punya semangat, tetapi juga punya kapasitas untuk ikut membangun dan mengawal desa. Saya ingin membawa cara pandang yang lebih terbuka, kritis, dan dekat dengan persoalan masyarakat hari ini,” tuturnya.
Andini berharap kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan dalam BPD tidak berhenti pada persoalan kuota. Menurutnya, keterwakilan perempuan harus diikuti dengan gagasan, kapasitas, serta keberanian untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Baca Juga:Skema Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp100 Juta Tenor 1-5 Tahun untuk Modal UsahaKembali Melemah! Harga Emas Antam Hari ini 14 Agustus 2026 Anjlok Jadi Rp36.000 Per Gram
“Menurut saya, adanya kuota keterwakilan perempuan harus kita lihat sebagai langkah afirmasi untuk memastikan perempuan punya ruang dalam demokrasi desa. Tapi saya juga berharap perempuan tidak hanya hadir untuk memenuhi kuota,” tegasnya.
“Perempuan harus hadir dengan gagasan, kapasitas, dan keberanian untuk bersuara. Karena perempuan bukan hanya objek dari kebijakan, tetapi juga harus menjadi subjek yang ikut menentukan kebijakan,” pungkas Andini.
