KBEONLINE.ID – Bagi sebagian orang, persoalan keuangan bukan selalu karena penghasilan yang terlalu kecil.
Ada kalanya uang yang diterima setiap bulan habis tanpa terasa karena tidak memiliki perencanaan pengeluaran yang jelas.
Kebiasaan seperti membeli makanan secara spontan, terlalu sering berbelanja online, membayar berbagai langganan, hingga penggunaan layanan kredit dapat membuat pengeluaran kecil menumpuk menjadi jumlah yang cukup besar.
Baca Juga:14 Modifikasi Motor Matic Minimalis yang Tetap Estetik dan Aman dari Razia Lalu Lintas Polisi15 Resep Mie Instan yang Lebih Nikmat, Cocok untuk Anak Kos, Tanggal Tua Tetap Bisa Makan Enak!
Padahal, membuat anggaran keuangan pribadi tidak harus rumit. Pemula bisa memulainya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, kemudian menentukan prioritas berdasarkan kondisi masing-masing.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan anggaran sebagai rencana keuangan yang memuat perkiraan penerimaan dan pengeluaran dalam periode tertentu.
Dalam panduan perencanaan keuangannya, OJK juga menempatkan biaya rumah tangga, cicilan, tabungan dan dana darurat, investasi, pendidikan, serta kebutuhan lainnya sebagai bagian yang perlu diperhitungkan.
Lantas, bagaimana cara membuat anggaran keuangan pribadi bagi yang baru mulai?
Berikut 14 cara membuat anggaran keuangan pribadi untuk pemula dikutip dari YouTube Theo Derick Kamis, (1/10/2026).
1. Hitung Total Penghasilan Bersih
Langkah pertama adalah mengetahui jumlah uang yang benar-benar tersedia setiap bulan.
Jika memiliki gaji tetap, gunakan nominal yang diterima setelah potongan. Sementara bagi pekerja lepas atau pemilik usaha, gunakan perkiraan pendapatan yang realistis, bukan angka pemasukan tertinggi.
Dengan mengetahui penghasilan bersih, batas pengeluaran menjadi lebih mudah ditentukan.
2. Catat Semua Pengeluaran
Baca Juga:10 Tempat yang Dulu Sepi Tapi Sekarang Ramai Banget di Tambun Selatan, No 9 Bikin Nostalgia14 Tempat Makan Murah di Setu Kabupaten Bekasi dengan Budget Anak Kos, No 13 Tak Harus Mahal!
Jangan hanya mencatat pengeluaran besar. Biaya parkir, ongkos transportasi, kopi, makanan ringan, biaya admin, hingga pembelian kecil lainnya tetap perlu diperhatikan.
Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali dapat membuat jumlah pengeluaran bulanan membengkak.
Pencatatan bisa dilakukan menggunakan buku catatan, spreadsheet, atau aplikasi pencatat keuangan.
3. Pisahkan Kebutuhan dan Keinginan
Tidak semua pengeluaran memiliki tingkat kepentingan yang sama.
Kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, listrik, dan tagihan rutin perlu ditempatkan di depan.
Sementara pembelian barang yang sifatnya hanya untuk kesenangan dapat disesuaikan dengan sisa anggaran.
OJK juga menyarankan masyarakat memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan serta membuat skala prioritas sebelum menentukan pengeluaran lainnya.
