Ketika AC dinyalakan dan beban mesin meningkat, kelemahan sistem pengapian tersebut semakin mudah terasa.
Gejalanya dapat berupa:
mesin bergetar,
akselerasi kurang responsif,
brebet,
konsumsi bahan bakar meningkat.
Jika busi sudah melewati interval penggantian yang direkomendasikan, pemeriksaan layak dilakukan.
4. Koil Pengapian Bermasalah
Selain busi, ignition coil juga berperan penting dalam menghasilkan percikan api.
Koil yang mulai melemah bisa menyebabkan misfire pada kondisi tertentu.
Baca Juga:Jangan Asal Pilih Bengkel! Ini 13 Risiko Servis Motor di Bengkel Umum yang Sering LuputNiat Ganti Kaca Mobil? Ini 14 Perbandingan Kaca Film Nano Ceramic vs Metallic, No. 9 Bikin Adem Tanpa Ganggu!
Ketika mesin mendapat beban tambahan dari AC, gejala misfire tersebut bisa menjadi lebih terasa.
Jika mobil memiliki sistem diagnostik OBD, mekanik dapat memeriksa apakah terdapat kode misfire yang tersimpan.
Jangan langsung mengganti semua koil. Pastikan sumber masalahnya terlebih dahulu.
5. Idle Control atau Sistem Pengaturan Putaran Bermasalah
Pada kendaraan tertentu, sistem kontrol idle bertugas membantu mempertahankan putaran mesin ketika beban berubah.
Ketika AC aktif, ECU mengetahui adanya tambahan beban dan akan melakukan penyesuaian.
Jika sistem pengaturan tersebut bermasalah, RPM dapat turun terlalu rendah.
Gejalanya biasanya cukup khas:
AC OFF – mesin normal
AC ON – RPM turun dan mesin bergetar
Jika pola tersebut muncul berulang kali, sistem kontrol idle patut diperiksa.
6. Engine Mount Sudah Lemah
Ini menarik karena mesin sebenarnya belum tentu mengalami brebet.
Engine mount berfungsi menahan mesin sekaligus meredam getaran.
Ketika AC menyala, perubahan beban dan putaran mesin dapat membuat getaran meningkat.
Jika engine mount sudah getas, retak atau rusak, getaran tersebut akan lebih banyak terasa sampai ke kabin.
Biasanya gejala yang muncul:
setir bergetar,
dashboard terasa bergetar,
bodi terasa bergetar,
getaran semakin terasa saat AC aktif.
Jadi, jangan langsung menyalahkan sistem AC.
7. No. 7 Bisa Jadi Tanda Kompresor AC Bermasalah: Magnetic Clutch
Baca Juga:Daftar 12 Gerakan Yoga dan Stretching di Rumah untuk Redakan Kram Haid, No. 9 Bisa Bikin Perut Lebih Rileks!Daftar 15 Catering Nasi Box di Jatimulya, Tambun Selatan dan Bekasi Timur, No 11 Lauknya Bikin Makin Lahap!
Pada banyak sistem AC konvensional, magnetic clutch digunakan untuk menghubungkan kompresor ketika AC membutuhkan pendinginan.
Ketika clutch bekerja, Anda biasanya dapat mendengar bunyi “klik” dan putaran pulley kompresor berubah.
Jika clutch mengalami masalah, dapat muncul:
bunyi kasar,
slip,
kompresor tidak bekerja normal,
beban mesin berubah tidak wajar,
AC kurang dingin.
