KBEonline.id, KARAWANG – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang di Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Kamojing. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, digitalisasi UMKM, serta kegiatan edukasi.
Aji Subianto, selaku Kepala Administrasi Pemerintahan Desa Kamojing, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN UBP Karawang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan KKN yang dilaksanakan setiap tahun di Desa Kamojing selalu disambut baik karena mahasiswa turut terlibat secara langsung dalam membantu masyarakat.
“Dari tahun ke tahun alhamdulillah terbantu juga dengan adanya mahasiswa UBP yang KKN di Desa Kamojing,” ujar Aji Subianto.
Baca Juga:Sinopsis Film A Score to Settle, Bioskop Trans TV Hari Ini: Kisah Balas Dendam Mantan Napi yang Penuh AksiSinopsis Film Criminal, Bioskop Trans TV Malam Ini: Saat Ingatan Agen CIA Pindah ke Terpidana Mati
Salah satu program yang mendapat apresiasi adalah pengelolaan sampah. Mahasiswa KKN memperkenalkan bank sampah di dua titik serta memberikan sosialisasi mengenai pemilahan sampah, pembuatan eco-enzyme, pupuk kompos, dan pemanfaatan sampah anorganik. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kebersihan lingkungan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan lebih baik.
Aji Subianto berharap fasilitas bank sampah yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan KKN. Ia juga berharap masyarakat semakin memahami bahwa sampah yang dikumpulkan dan dipilah dapat memiliki nilai manfaat dan ekonomi.
“Insya Allah terbantu dan bisa dimanfaatkan. Nanti kita akan lanjutkan, bisa bersosialisasi yang lebih lagi agar ada bank sampah berjalan lagi,” tuturnya.
Selain pengelolaan lingkungan, mahasiswa KKN juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM di Desa Wisata Kamojing dalam penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Program tersebut dinilai membantu pelaku UMKM mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memberikan alternatif pembayaran bagi pengunjung yang tidak membawa uang tunai.
Menurut Aji Subianto, pengenalan QRIS menjadi langkah positif dalam mendorong pelaku UMKM untuk mulai beradaptasi dengan digitalisasi.
“Alhamdulillah ke depannya mudah-mudahan KKN yang ada juga bisa membantu masyarakat yang lebih mengenalkan digitalisasi,” katanya.
Ia juga menilai kegiatan KKN memiliki manfaat lebih luas karena mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi turut turun langsung ke masyarakat untuk melihat kebutuhan warga. Selain program lingkungan dan UMKM, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan pengabdian di bidang pendidikan melalui pendampingan di lingkungan PAUD.
