Mengalir dari Bisikan Ibu, Julaeha Temukan Jati Diri di Panggung Teater SMAN 3 Karawang

Teater SMAN 3 Karawang.
Mengalir dari Bisikan Ibu, Julaeha Temukan Jati Diri di Panggung Teater SMAN 3 Karawang. (Karawang Bekasi Ekspres)
0 Komentar

KARAWANG, KBEONLINE.ID — Bakat seni dan sastra yang melekat pada diri Julaeha bukan datang secara instan. Ketua Teater Merah Putih SMAN 3 Karawang ini membuktikan bahwa minat yang dipupuk sejak kecil mampu membawanya meraih deretan prestasi panggung hingga tingkat nasional.

Perjalanan siswi kelas 12 ini di dunia sastra bermula dari ketertarikannya pada seni baca puisi sejak menduduki bangku Sekolah Dasar (SD). Inspirasi tersebut lahir dari sosok sang ibu yang dulunya kerap membacakan puisi hingga tampil di siaran radio lokal.

“Awalnya dari SD aku ada ketertarikan baca puisi karena mungkin turun dari mama. Dulu mama pernah baca puisi dan masuk radio. Pas SMP, aku coba ikut lomba Sajak Bahasa Sunda dan berhasil meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Karawang lalu melaju ke tingkat provinsi,” kenang Julaiha.

Baca Juga:Polresta Karawang Hadirkan 'Warung Ojol', Sediakan Makanan Gratis Tiap Rabu dan JumatKode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 19 Agustus 2026: Ada Pack Pemain Spesial OVR 92+ dan 500 Gems

Kepiawaiannya dalam mengolah vokal dan ekspresi membawanya masuk ke SMAN 3 Karawang melalui jalur prestasi. Tak berhenti di situ, pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang tahun 2023, Julaeha mendapat kehormatan khusus untuk membacakan puisi monumental Karawang-Bekasi di hadapan para pejabat daerah pada Rapat Paripurna DPRD Karawang.

Meskipun kerap meraih penghargaan, Julaeha mengaku mempelajari teknik olah vokal dan baca puisi secara otodidak. Sang ibu menjadi pengkritik sekaligus pelatih terdekatnya setiap kali ia hendak bertanding di panggung kompetisi.

“Aku belajar otodidak. Sebelum tampil biasanya tes dulu ke mama, minta masukan kurangnya di mana. Jadi bisa dibilang aku dilatih langsung sama mama di rumah,” tuturnya.

Setelah bergabung dengan ekstrakurikuler Teater Merah Putih, Julaeha semakin mengasah bakat seni perannya. Ia menemukan bahwa karakter dan kapasitas dirinya sangat cocok menjadi seorang aktris panggung yang adaptif.

“Setelah diulik lagi di teater, ternyata aku lebih cocok di aktris. Aku pernah mendapatkan nominasi Aktris Terbaik di ajang Bulan Bahasa tingkat Jabodetabek dan Festival Teater Pelajar Bahasa Sunda,” ungkap Julaeha.

Puncak pencapaian nasionalnya diraih saat mengikuti ajang Gebyar Bahasa Rendra (GBSI) yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi, Julaeha berhasil menembus jajaran 100 peserta terbaik nasional.

0 Komentar