Revitalisasi SDN Pisangsambo I : Merawat Jejak Sejarah Pendidikan Kolonial di Karawang

SDN Pisangsambo I
Upaya penyelamatan cagar budaya sekolah berarsitektur peninggalan zaman kolonial Belanda di SDN Pisangsambo I, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, kini memasuki tahap revitalisasi dan rehabilitasi bangunan.
0 Komentar

Di sisi lain, perbaikan gedung tua ini juga melibatkan penyesuaian level fondasi akibat peninggian permukaan tanah sekitar selama bertahun-tahun. Bangunan berkonsep panggung tersebut dinaikkan penyangganya agar kembali pada proporsi ideal, sekaligus mencegah risiko pelapukan lebih lanjut akibat kelembapan tanah di sekitar area sekolah.

Kepala SDN Pisangsambo I saat ini, Hj. Amih, menegaskan pentingnya menjaga keaslian gedung ini mengingat keberadaannya yang sangat langka. Gedung tua ini menjadi salah satu dari sedikit peninggalan arsitektur sekolah zaman Belanda yang masih tersisa dan bertahan hingga saat ini di wilayah Jawa Barat.

“Bangunan cagar budaya ini sudah sangat langka, konon tersisa tinggal ini dan satu lagi di Bandung. Keberadaan gedung ini sangat penting agar generasi muda punya bukti fisik saat mempelajari sejarah pendidikan masa lalu,” ungkap Hj. Amih.

Baca Juga:Cikarang Panas? Mending Nongkrong di Situ Burangkeng Setu Tempatnya Adem dan Bisa MancingSpot Mancing di Selatan Bekasi yang Bikin Tenang dan Adem : Situ Ceper Serang Baru

Gedung bersejarah yang terdiri dari tiga ruangan ini nantinya tidak hanya difungsikan sebagai ruang kelas, tetapi juga diarahkan menjadi museum edukasi sekolah. Berdasarkan arahan tim ahli, dua ruangan akan tetap dipakai untuk kegiatan pembelajaran, sementara satu ruangan khusus dialokasikan untuk mengumpulkan serta memamerkan komponen material asli fisik bangunan tua tersebut.

“Dua ruangan akan tetap digunakan untuk belajar anak-anak, sedangkan satu ruangan lagi difungsikan sebagai museum untuk menyimpan bahan-bahan asli seperti lantai kuno. Jadi fungsi utamanya sebagai bangunan sekolah tetap terjaga,” tuturnya.

Ia juga menambahkan kepada para siswa yang memang mempunyai kebanggaan terseni mengingat sekolah yang mereka tempati merupakan bagian dari sejarah besar dan itu selalu ia ingatkan dan tanamkan kepada para siswanya.

“Kita memiliki kebanggaan ada cagar budaya yang harus kita jaga, bangsa yang besar itu bangsa yang menghargai pahlawannya, bangsa yang besar itu bangsa yang mencintai sejarahnya,” pungkas hj Amih.(aufa)

0 Komentar