Coba periksa transaksi kecil seperti kopi, makanan ringan, ongkos tambahan, biaya aplikasi dan belanja impulsif.
5. Jangan Terjebak FOMO
Media sosial membuat seseorang mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain.
Teman membeli HP baru, ikut konser atau liburan ke luar negeri bukan berarti Anda harus melakukan hal yang sama.
Kondisi finansial setiap orang berbeda.
6. Hati-Hati dengan Paylater dan Utang Konsumtif
Kemudahan membeli sesuatu sekarang dan membayarnya kemudian memang menarik.
Masalahnya muncul ketika cicilan mulai mengambil sebagian besar penghasilan.
Penelitian mengenai perilaku utang Gen Z Indonesia pada 2026 menemukan bahwa stres finansial berkaitan dengan kecenderungan penggunaan utang, sementara efikasi diri finansial berkaitan dengan kecenderungan berutang yang lebih rendah.
7. Cari Penghasilan Tambahan
Baca Juga:Mau ke Pantai Sedari? Ini 16 Tips Liburan Biar Kulit Tak Gosong dan Sunburn Tak Mengganggu16 Rekomendasi HP Android Harga 2 Jutaan Terbaik dengan Kamera Jernih yang Cocok untuk Bikin Konten
Ketika penghasilan utama belum mampu mengejar kebutuhan, meningkatkan pemasukan bisa menjadi alternatif selain memangkas pengeluaran.
Gen Z dapat memanfaatkan kemampuan seperti desain, editing video, menulis, fotografi, menjadi admin media sosial, berjualan online atau pekerjaan freelance.
8. Tingkatkan Skill yang Bisa Dijual
Skill merupakan salah satu aset yang relatif bisa dikembangkan tanpa harus memiliki modal besar.
Belajar editing, bahasa asing, digital marketing, coding, desain atau kemampuan teknis lainnya dapat membuka peluang pekerjaan tambahan.
9. Jangan Takut Memulai dari Kecil
Tidak semua usaha sampingan harus langsung menghasilkan jutaan rupiah.
Pendapatan tambahan Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan pun tetap berarti jika dikelola dengan baik.
Yang penting adalah membangun sistem dan pengalaman.
10. Sisihkan Dana Darurat
Dana darurat berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi sesuatu yang tidak direncanakan.
Misalnya kehilangan pekerjaan, kendaraan rusak atau muncul kebutuhan mendesak.
Tidak harus langsung memiliki dana besar. Mulailah dari nominal yang mampu disisihkan secara konsisten.
11. Belajar Literasi Keuangan dari Sumber Tepercaya
Jangan menjadikan konten media sosial sebagai satu-satunya sumber informasi keuangan.
Baca Juga:Daftar 12 Tips Menghadapi Haid Saat Harus Tetap Produktif Bekerja di Kantor Tanpa Terganggu NyeriLagi Ngidam Pizza? Ini Daftar 11 Tempat Beli Pizza di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur
Bandingkan informasi, pahami risiko dan jangan mudah percaya pada klaim investasi yang menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko.
Penelitian terbaru terhadap Gen Z di Indonesia juga menekankan pentingnya literasi keuangan dalam membangun kesejahteraan finansial.
