Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, KTI Foundation-Jamkrindo Gelar Pelatihan Batik Inklusif Menyambut HBN

Pelatihan batik inklusi
Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation menggelar pelatihan batik inklusif sebagai bagian dari rangkaian acara (pre-event) menyambut Hari Batik Nasional (HBN) yang diperingati pada 2 Oktober mendatang. (kbeonline.id)
0 Komentar

KBEonline.id, KARAWANG — Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation menggelar pelatihan batik inklusif sebagai bagian dari rangkaian acara (pre-event) menyambut Hari Batik Nasional (HBN) yang diperingati pada 2 Oktober mendatang. Program yang menyasar kelompok disabilitas ini dirancang untuk melatih kemandirian serta mendorong hasil karya peserta agar mampu bersaing di pasar industri kreatif.

Pendiri KTI Foundation, Inaraya, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan tahap awal dari program berkelanjutan yang akan berlangsung hingga September. Pelatihan batik ini nantinya akan disinergikan dengan pelatihan menjahit yang melibatkan kelompok peserta berbeda untuk menghasilkan produk siap pakai.

Inaraya mengusung konsep kolaborasi Business to Business (B2B) antarpeserta. Hasil olahan kain dari para pembatik akan diserahkan kepada para penjahit untuk dirancang menjadi pakaian utuh, yang selanjutnya akan diikutsertakan dalam kompetisi pada puncak acara Hari Batik Nasional.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 24 Agustus 2026: Lokasi, Syarat, dan Biaya Perpanjang SIMTingkatkan Bahasa Asing Anak, PKM Unsika Berdayakan Karang Taruna-Ibu ibu Muda Melalui Pembelajaran Interaktif

“Jadi pelatihan batik kali ini mungkin beda dengan pelatihan lainnya karena ini merupakan pre-event rangkaian Hari Batik Nasional. Nanti pembatik mengerjakan sendiri, lalu bulan depan pelatihan jahit dengan orang berbeda untuk berkolaborasi dengan konsep B2B. Hasil karyanya kemudian dilombakan pada puncak acara 2 Oktober,” ujar Inaraya, Jumat (21/8).

Sebanyak 40 peserta terlibat dalam rangkaian program ini, yang terdiri atas 20 peserta pelatihan membatik dan 20 peserta pelatihan menjahit. Program ini terbuka bagi penyandang disabilitas dari berbagai daerah, seperti Karawang, Bandung, hingga Kebayoran, serta mencakup ragam ragam disabilitas seperti daksa, netra, hingga cerebral palsy.

Seluruh instruktur pelatihan berasal dari tim KTI Foundation, sementara bimbingan desain dipandu langsung oleh desainer muda Akeyla Naraya. Adapun motif batik yang diajarkan berfokus pada eksplorasi flora khas Karawang, salah satunya adalah motif tanaman padi.

Pelaksanaan program inklusif ini mendapat dukungan penuh dari PT Jamkrindo melalui program kepedulian sosial “Ibu Unggulan”. Dukungan ini diberikan guna mendampingi para peserta mulai dari proses pelatihan dasar, pembuatan produk, hingga tahap kompetisi.

“Tujuannya supaya perempuan disabilitas bisa mandiri, setara, lebih kreatif, dan lebih percaya diri. Kalau sudah bisa membuat sehelai kain menjadi batik, harapannya itu bisa menjadi sumber penghasilan bagi mereka. Perlombaan ini juga dihadirkan untuk memacu semangat dan rasa percaya diri mereka dalam menghasilkan karya yang berkualitas,” pungkas Inaraya.(aufa)

0 Komentar