KARAWANG, KBEONLINE.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang resmi menyalurkan bantuan buku modul pembelajaran secara gratis bagi seluruh siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk meringankan beban finansial para orang tua murid sekaligus menjamin pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Karawang.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa hadirnya modul gratis ini bertujuan untuk menghapus ketergantungan masyarakat terhadap pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) mandiri yang selama ini kerap memberatkan. Langkah ini juga menjadi komitmen Pemkab Karawang dalam memberikan pelayanan publik yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Hari ini sebetulnya kita sudah melaksanakan pembagian modul gratis buat anak SD dari kelas 1 sampai kelas 6, termasuk juga anak SMP dari kelas 1 sampai kelas 3. Nah, hari ini tentunya kami menyampaikan kembali bahwa buku modul yang kami berikan itu tidak ada perbedaan dengan buku LKS,” ujar Aep, Senin (24/8).
Baca Juga:30+ Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis Lengkap Ucapan, Bisa Langsung Pakai ke Foto ProfilTumbuhkan Jiwa Nasionalisme Siswa, SDN Karangpawitan I Gelar Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia
Aep meyakinkan masyarakat bahwa kualitas modul gratis tersebut sangat terjamin karena dirancang langsung oleh para tenaga pengajar berprestasi di Kabupaten Karawang.
“Bahkan ini adalah salah satu perhimpunan guru-guru kami, guru-guru yang terbaik lho. Ini dari guru SD, sama, ini guru-guru yang terbaik. Guru SMP pun sama, guru-guru yang terbaik. Nah, jadi yang membuat soal semuanya itu adalah, yang menyusun itu adalah teman-teman guru semuanya,” tambahnya.
Untuk tingkat SMP, ketersediaan modul telah terealisasi 100 persen, sedangkan untuk tingkat SD dari total sembilan modul yang direncanakan, lima di antaranya telah disalurkan dan sisanya ditargetkan rampung pada tahun anggaran berikutnya.
Selain pemenuhan sarana belajar, Pemkab Karawang juga menaruh perhatian pada pembenahan infrastruktur sekolah serta peningkatan kesejahteraan guru honorer menjadi P3K dan penyesuaian insentif secara bertahap.
Kebijakan pembagian modul gratis ini disambut antusias oleh para peserta didik. Azzalea Malik Nugraha, siswi kelas 9 SMP, mengaku kehadiran modul terpadu ini sangat memudahkan proses belajar mengajar sehari-hari.
“Mempermudah kita buat belajar gitu, Mas. Jadi kita enggak usah keluar uang buat beli. Ada 13 mapel, ada Pendidikan Pancasila, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Informatika, Bahasa Sunda, PJOK, Prakarya juga ada. Jadi di sini tuh semuanya lengkap, dijadikan satu,” tutur Azzalea.
