KBEONLINE.ID – Kalau mendengar nama Sukatani, banyak orang mungkin langsung teringat pada kata “suka tani” atau suka bertani. Nama tersebut seolah menggambarkan sebuah wilayah yang dekat dengan kehidupan pertanian. Lantas, apakah Sukatani, Kabupaten Bekasi, memang masih identik dengan sawah dan aktivitas bertani? Jawabannya cukup menarik. Di tengah perkembangan Kabupaten Bekasi yang semakin pesat, Kecamatan Sukatani ternyata masih menyimpan lanskap pertanian yang cukup kuat. Hamparan sawah masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah, berdampingan dengan permukiman warga, jalan desa, saluran irigasi, hingga berbagai fasilitas publik yang terus berkembang.
Gambaran tersebut terlihat dalam perjalanan menyusuri jalur pedesaan dari wilayah Tambelang menuju Sukatani. Perkampungan warga tampak berjejer di sepanjang jalan, sementara di balik rumah-rumah penduduk terbentang area persawahan. Suasana seperti ini memperlihatkan karakter kawasan utara Kabupaten Bekasi yang masih memiliki hubungan erat dengan sektor pertanian. Bahkan, pemerintah daerah pada 2026 masih mencatat Sukatani sebagai salah satu wilayah yang memiliki lahan pertanian penting dan masuk dalam kawasan pertanian pangan berkelanjutan.
Sawah Masih Menjadi Bagian dari Wajah Sukatani
Pertanian di Sukatani bukan sekadar pemandangan yang tersisa di antara padatnya permukiman. Keberadaan sawah memiliki hubungan langsung dengan sistem irigasi yang menopang aktivitas petani. Pada Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi bahkan melakukan langkah percepatan normalisasi Saluran Sekunder Balong Tua yang melintasi wilayah Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi. Normalisasi tersebut dilakukan karena sedimentasi dan bangunan di sepanjang saluran mengganggu distribusi air menuju persawahan.
Baca Juga:Pernah Belanja di Ramayana Ciplaz Karawang? Ternyata Begini Cara Bajunya Kelihatan Murah BangetCari Gunung yang Ramah Pemula? Gunung Luhur Sukamakmur Naik Hanya 3 Jam dan Bisa Naik Pakai Motor
Besarnya perhatian terhadap saluran irigasi menunjukkan bahwa kegiatan pertanian masih memiliki peran penting di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyebut normalisasi saluran tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air sekitar 1.500 hektare sawah di Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi. Artinya, ketika membicarakan Sukatani, cerita tentang sawah dan petani memang belum bisa dipisahkan begitu saja dari kehidupan wilayahnya.
Namun, kondisi masyarakat Sukatani sekarang tentu tidak sepenuhnya sama seperti gambaran desa agraris pada masa lalu. Perkembangan kawasan industri di Kabupaten Bekasi membuat banyak masyarakat, terutama generasi muda, memiliki pilihan pekerjaan yang lebih beragam. Sebagian bekerja di sektor industri dan jasa, sementara aktivitas pertanian tetap berjalan dan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah.
