Ketua tim PKM, Sarah Dampang (Teknik Kimia), bersama anggota Reni Rahmadewi (Teknik Elektro) dan Endah Purwanti (Kimia), melibatkan dosen lain dan mahasiswa dalam proses pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dosen lain dan mahasiswa yang terlibat yaitu Wingit Divai Razaqi Azizah, Arif Pramono Aji, M. Ammar Dzakwan Maulana (Teknik Kimia), Vita Efelina (Fisika), Rizal Hanifi dan Marno (Teknik Mesin).
Mahasiswa turut berperan dalam pengolahan eceng gondok, pendampingan penggunaan teknologi, dokumentasi, hingga kegiatan pemberdayaan mitra. Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan teknologi tepat guna tidak cukup hanya diukur dari keberadaan alat. Teknologi harus dapat digunakan, dirawat, dan pada akhirnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
”Program ini menargetkan tersedianya unit biofiltrasi dengan kapasitas sekitar 300-500 liter air per hari. Selain itu, sebagian besar anggota mitra diharapkan mampu mengoperasikan dan melakukan perawatan dasar terhadap teknologi tersebut secara mandiri,” ujar Ketua Tim PKM UNSIKA, Sarah Dampang.
Baca Juga:Dorong UMKM Kerupuk Kulit Cilamaya Naik Kelas, Dosen UNSIKA Hadirkan Teknologi Pengering Berbasis Energi SuryaKenapa Anabul Tidak Mau Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ketersediaan air yang lebih baik, sambung Sarah, diharapkan memberikan efek berantai bagi usaha masyarakat. Proses pencucian bahan baku dan sanitasi peralatan dapat dilakukan dengan lebih konsisten, sehingga mendukung peningkatan higienitas dan mutu produk ikan petek.
”Dalam jangka panjang, perbaikan proses produksi juga dapat membantu UMKM memenuhi standar kebersihan yang dibutuhkan dalam pengembangan legalitas dan pemasaran produk pangan,” kata Sarah. (*)
