‎Keren, Tim PKM UNSIKA Olah Eceng Gondok Jadi Filter Penghasil Air Bersih bagi UMKM di Pesisir Karawang

Tim PKM UNSIKA mengembangkan pemanfaatan selulosa eceng gondok sebagai bagian dari teknologi biofiltrasi
Tim PKM UNSIKA mengembangkan pemanfaatan selulosa eceng gondok sebagai bagian dari teknologi biofiltrasi, untuk mendukung penyediaan air bersih bagi UMKM pengolahan ikan petek di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. (kbeonline.id)
0 Komentar

KARAWANG, KBEonline.id – Eceng gondok yang selama ini lebih sering dipandang sebagai gulma perairan ternyata menyimpan potensi untuk menjawab persoalan masyarakat pesisir.‎

‎Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Kemdiktisaintek 2026 dengan Nomor SK 203/UN64.10/PP/2026 dan Nomor Kontrak 190/C3/DT.05.00/PM/2026, tim Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) mengembangkan pemanfaatan selulosa eceng gondok sebagai bagian dari teknologi biofiltrasi, untuk mendukung penyediaan air bersih bagi UMKM pengolahan ikan petek di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.‎

‎Program ini menyasar kelompok UMKM ”TOY SAMUDRA FOOD” yang diketuai Sanupen. Kelompok UMKM ini menjalankan usaha pengolahan hasil perikanan di Desa Muara kawasan pesisir. Bagi pelaku usaha tersebut, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi merupakan komponen penting dalam pencucian ikan, pengolahan bahan baku, hingga sanitasi peralatan produksi.‎

Baca Juga:Dorong UMKM Kerupuk Kulit Cilamaya Naik Kelas, Dosen UNSIKA Hadirkan Teknologi Pengering Berbasis Energi SuryaKenapa Anabul Tidak Mau Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

‎Persoalannya, ketersediaan air dengan kualitas yang stabil masih menjadi tantangan. Sumber air yang digunakan masyarakat sebagian berasal dari air tanah dangkal dan air payau. Pada kondisi tertentu, terutama saat musim kemarau, kualitas air dapat berubah, menjadi lebih keruh, berbau, maupun mengalami peningkatan salinitas. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi kebersihan proses produksi dan konsistensi mutu produk.

‎‎Melihat persoalan itu, tim PKM UNSIKA menawarkan pendekatan yang berbeda, memanfaatkan potensi lokal seperti eceng gondok untuk menyelesaikan persoalan lokal. Eceng gondok yang banyak ditemukan di perairan sekitar diproses untuk memperoleh material berbasis selulosa, kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari media biofiltrasi. Sistem tersebut dikombinasikan dengan material penyaring lain, seperti zeolit dan karbon aktif, untuk membantu memperbaiki kualitas air sebelum digunakan dalam aktivitas produksi UMKM.

‎‎Teknologi biofiltrasi juga dirancang terintegrasi dengan pemanfaatan energi surya. Dengan pendekatan tersebut, penyediaan air bersih tidak hanya diarahkan menjadi lebih higienis, tetapi juga lebih efisien dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

‎Program pemberdayaan ini tidak berhenti pada pemasangan teknologi. Tim juga melakukan pendampingan kepada mitra mengenai cara pengoperasian dan perawatan sistem biofiltrasi, penerapan sanitasi produksi, penyusunan standar operasional prosedur, serta penguatan manajemen usaha.

0 Komentar