Dorong UMKM Kerupuk Kulit Cilamaya Naik Kelas, Dosen UNSIKA Hadirkan Teknologi Pengering Berbasis Energi Surya

‎Tim PKM UNSIKA
‎Tim PKM UNSIKA menghadirkan teknologi pengering berbasis energi surya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM kerupuk kulit ikan patin di Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. (kbeonline.id)
0 Komentar

‎KARAWANG, KBEonline.id – ‎Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) terus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Salah satunya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerupuk kulit ikan patin di Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, naik kelas dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM.

‎‎Selama ini, panas matahari menjadi tumpuan pelaku UMKM kerupuk kulit ikan patin di Desa Cilamaya dalam melakukan produksi. Namun, ketika cuaca berubah dan hujan datang, proses pengeringan ikut terhambat. Waktu produksi menjadi lebih panjang, kualitas produk sulit dijaga konsisten, bahkan tidak jarang produk gagal kering.‎

‎Persoalan tersebut mendorong tim UNSIKA menghadirkan teknologi pengering berbasis energi surya melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA Kemdiktisaintek 2026, dengan Nomor SK 204/UN64.10/PP/2026 dan Nomor Kontrak 190/C3/DT.05.00/PM/2026.

Baca Juga:Kenapa Anabul Tidak Mau Makan? Ketahui Penyebab dan Cara MengatasinyaUpdate Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Lagi Jadi Rp 2.768.000 per gram

‎‎Program yang diketuai Reni Rahmadewi dari Program Studi Teknik Elektro, dilaksanakan bersama Vita Efelina dari Program Studi Fisika dan Selly Arvinda Rakhman dari Program Studi Kimia. Tim juga melibatkan dosen lain dan mahasiswa dalam proses pembuatan, instalasi, pelatihan, hingga pendampingan teknologi kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa yang terlibat yaitu Faisal Dzikri Ramdhani dan Rendra Sukma Wibowo (Teknik Eelektro), Endah Purwanti (Kimia), Sarah Dampang (Teknik Kimia), serta Rizal Hanifi dan Marno (Teknik Mesin).

‎‎Manfaat program diberikan kepada mitra dari Kelompok Pengolahan dan Pemasar Ikan (POKLAHSAR) “Famili”, kelompok usaha pengolahan hasil perikanan di Desa Cilamaya yang beranggotakan 10 pelaku usaha skala rumah tangga yang diketuai Alimi.

‎‎”Kulit ikan patin yang bagi sebagian orang dianggap sebagai limbah justru telah diolah oleh masyarakat Cilamaya menjadi kerupuk bernilai ekonomi. Produk tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan bagi keluarga pelaku usaha di wilayah pesisir. Namun, terdapat satu tahapan yang sangat menentukan keberlanjutan produksi, yaitu pengeringan,” ujar Ketua Tim PKM UNSIKA, Reni Rahmadewi.

‎‎Dijelaskan Reni, selama ini kulit ikan yang telah melalui proses pembersihan dan pengolahan dikeringkan dengan cara dijemur langsung di bawah sinar matahari. Saat cuaca cerah, proses pengeringan membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Ketika musim hujan, waktu pengeringan dapat bertambah menjadi 4 hingga 5 hari, bahkan berisiko tidak kering.

0 Komentar