Selain membersihkan kawasan terdampak, pemerintah juga masih melakukan penelusuran untuk memastikan asal ceceran minyak tersebut.
Pemkab Karawang telah mengambil sampel limbah untuk diuji di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan Sucofindo. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan karakteristik limbah sekaligus mengetahui sumber ceceran minyak yang ditemukan di pesisir Karawang.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh sebelumnya meminta seluruh pihak tidak berspekulasi mengenai sumber limbah sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Baca Juga:Usut Ceceran Limbah di Cemarajaya, Bupati Aep Tempuh Jalur IlmiahPupuk Kujang Kirim 32 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Karawang
“Uji laboratorium ini ditargetkan rampung dalam 4 hingga 5 hari ke depan, jadi semua pihak diharapkan tidak berspekulasi terlebih dahulu,” ujar Aep, Rabu (26/8).
PHE ONWJ Fasilitasi Pembersihan
Dalam kegiatan pembersihan tersebut, PHE ONWJ turut memberikan dukungan dan memfasilitasi proses clean up di wilayah pesisir. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menindaklanjuti permintaan pemerintah desa dan arahan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Manager Communication Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan dukungan tersebut diberikan meski perusahaan menyatakan hasil pengecekan internal belum menemukan indikasi bahwa ceceran minyak berasal dari fasilitas produksinya.
“Dukungan penuh terhadap pembersihan ini diberikan PHE ONWJ, meskipun serangkaian pengujian komprehensif dan pengecekan operasi menunjukkan bahwa ceceran minyak tersebut tidak berasal dari fasilitas produksi perusahaan,” ujar Pinto.
Menurutnya, perusahaan telah melakukan pemodelan lintasan tumpahan atau oil spill trajectory dari titik penemuan, serta melakukan penyisiran laut dan udara secara intensif selama tiga hari.
Hasil pengecekan tersebut, kata Pinto, tidak menunjukkan adanya anomali produksi maupun kebocoran pada fasilitas operasi PHE ONWJ.
PHE ONWJ bersama DLH Karawang juga telah mengambil sampel ceceran minyak terbaru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puslabfor Polri.
Baca Juga:Menolak DikasihaÂni, Engkus Buktikan Difabel Bisa Mandiri Lewat Program This AbilityDelonix Hotel Karawang Tawarkkan Wellness Staycation di Momen Kemerdekaan
Pinto menambahkan, hasil pemeriksaan forensik terhadap sampel tumpahan yang sebelumnya ditemukan di perairan Ciparagejaya pada akhir Juli 2026 juga disebut tidak identik dengan karakteristik minyak dari fasilitas PHE ONWJ.
Meski demikian, kepastian mengenai sumber ceceran minyak terbaru di pesisir Tanjungpakis dan Cemarajaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
