Membuat satu CV kemudian mengirimkannya ke puluhan perusahaan memang lebih praktis.
Namun, hasilnya belum tentu maksimal.
Setiap posisi memiliki kebutuhan berbeda.
CV untuk posisi content writer tentu tidak perlu memiliki penekanan yang sama dengan CV untuk posisi admin, marketing, atau video editor.
Bukan berarti seluruh CV harus dibuat ulang.
Cukup sesuaikan beberapa bagian, terutama profil, keahlian, pengalaman dan kata kunci dengan posisi yang dituju.
4. Tulis Pengalaman Kerja dengan Hasil, Bukan Sekadar Tugas
Baca Juga:Interview Online Grogi? Ini 13 Trik Menjawab Pertanyaan Jebakan HRD agar Peluang Diterima Kerja Naik12 Tips Mengatasi HP Overheat dan Lag Saat Dipakai Main Game Mobile Legends atau PUBG
Kesalahan yang cukup umum adalah menuliskan pekerjaan hanya dalam bentuk daftar tugas.
Contohnya:
“Membuat artikel dan mengelola media sosial.”
Informasi tersebut terlalu umum.
Jika memungkinkan, tambahkan hasil atau dampaknya.
Misalnya:
“Menulis dan mengedit artikel berita untuk media online serta mengelola konten media sosial untuk meningkatkan jangkauan audiens.”
Lebih bagus lagi jika memiliki angka yang dapat dipertanggungjawabkan.
Misalnya:
“Memproduksi rata-rata 5–10 artikel per hari untuk kebutuhan publikasi media online.”
Angka membuat pengalaman terasa lebih konkret.
5. Gunakan Font yang Mudah Dibaca
Tidak perlu menggunakan font yang terlalu artistik.
Prioritaskan keterbacaan.
Font seperti Arial, Calibri, Helvetica, Georgia, atau Times New Roman dapat menjadi pilihan yang aman selama ukuran dan tata letaknya nyaman dibaca.
Jangan membuat HRD harus memperbesar layar hanya untuk membaca pengalaman kerja Anda.
6. Gunakan Heading yang Jelas
ATS dan recruiter harus bisa mengetahui bagian CV dengan cepat.
Gunakan heading yang umum seperti:
Professional Summary
Work Experience
Education
Skills
Certifications
Projects
Jika membuat CV dalam bahasa Indonesia, Anda juga dapat menggunakan:
Profil
Pengalaman Kerja
Pendidikan
Keahlian
Sertifikasi
Proyek
Konsistensi heading membuat dokumen lebih terstruktur.
7. Hindari Menjejalkan Semua Informasi
CV bukan autobiografi.
Anda tidak harus memasukkan seluruh pengalaman sejak pertama kali bekerja.
Prioritaskan informasi yang paling relevan dengan pekerjaan yang sedang dilamar.
Jika memiliki pengalaman yang tidak berhubungan dengan posisi tersebut, pertimbangkan apakah informasi itu memang perlu ditampilkan.
Tujuannya sederhana: HRD bisa memahami profil Anda dalam waktu singkat.
