Tak Dipanggil HRD? Ini 13 Cara Bikin CV ATS Friendly dan Hindari 5 Kesalahan Desain Ini!

Ilustrasi pencari kerja sedang membuat CV.
Ilustrasi pencari kerja sedang membuat CV untuk melamar pekerjaan. Format sederhana, struktur jelas.
0 Komentar

8. Gunakan Bullet Point untuk Pengalaman

Paragraf panjang dapat membuat CV sulit dipindai.

Untuk pengalaman kerja, gunakan bullet point.

Contohnya:

– Menulis artikel berita berdasarkan informasi lapangan dan sumber terpercaya.- Mengedit video untuk kebutuhan media sosial.- Membuat konsep konten digital.- Melakukan optimasi judul dan struktur artikel.

Format tersebut jauh lebih mudah dipindai dibandingkan satu paragraf panjang.

9. Cantumkan Skill yang Benar-Benar Dikuasai

Jangan memasukkan 30 keahlian hanya agar CV terlihat hebat.

Recruiter bisa saja menguji kemampuan tersebut saat interview.

Lebih baik memiliki 8 kemampuan yang benar-benar dikuasai daripada 20 kemampuan yang hanya pernah dicoba sekali.

Bedakan pula antara kemampuan teknis dan soft skill.

Contohnya:

Technical Skills:

– Microsoft Office- CapCut- Canva- SEO- Social Media Management

Soft Skills:

– Komunikasi- Manajemen waktu- Problem solving- Kerja sama tim

Pilih yang benar-benar relevan dengan lowongan.

10. Gunakan Angka untuk Memperkuat Prestasi

Jika memiliki pencapaian yang bisa diukur, jangan ragu memasukkannya.

Contohnya:

Kurang kuat:

“Berhasil meningkatkan performa media sosial.”

Lebih kuat:

“Meningkatkan jangkauan konten media sosial melalui strategi publikasi dan optimalisasi format video.”

Jika memiliki angka yang valid, tambahkan.

Misalnya:

“Meningkatkan engagement rate sebesar 25 persen dalam tiga bulan.”

Baca Juga:Interview Online Grogi? Ini 13 Trik Menjawab Pertanyaan Jebakan HRD agar Peluang Diterima Kerja Naik12 Tips Mengatasi HP Overheat dan Lag Saat Dipakai Main Game Mobile Legends atau PUBG

Namun, jangan pernah mengarang angka hanya untuk membuat CV terlihat lebih hebat.

11. Simpan CV dalam Format PDF jika Diminta

Perhatikan format file yang diminta perusahaan.

Jika lowongan meminta PDF, kirimkan PDF.

Jika perusahaan meminta format tertentu, ikuti instruksinya.

Sebelum mengirim, buka kembali file tersebut untuk memastikan:

– tidak ada halaman kosong;- tulisan tidak berantakan;- link dapat digunakan;- tidak ada kesalahan pengetikan;- nama file terlihat profesional.

Contoh nama file:

CV_Tekad_Triyanto_Content_Writer.pdf

Lebih baik daripada:

CVfixbangetbaru.pdf

12. Periksa CV dari Sudut Pandang Recruiter

Sebelum mengirim lamaran, jangan hanya bertanya:

“Apakah CV ini bagus?”

Tanyakan:

“Kalau saya HRD, apakah saya bisa menemukan pengalaman yang relevan dalam 10 detik?”

Periksa apakah informasi paling penting langsung terlihat.

0 Komentar