Kamu Pasti Belum Tahu? Ternyata Ini Alasan O!SAVE Bisa Jual Barang Sangat Murah

Ternyata Ini Alasan O!SAVE Bisa Jual Barang Sangat Murah
Ternyata Ini Alasan O!SAVE Bisa Jual Barang Sangat Murah
0 Komentar

Strategi tersebut sekaligus membantu O!SAVE mengurangi berbagai biaya pemasaran dan administrasi yang biasanya mengikuti program promosi. Tidak perlu terlalu banyak mencetak materi promosi, mengelola program poin atau mengatur perubahan harga berkala. Bagi konsumen, sistemnya juga relatif mudah dipahami karena harga yang terlihat di rak adalah harga yang memang menjadi bagian dari strategi toko, bukan harga sementara yang hanya berlaku selama periode tertentu.

Produk Sedikit

Kalau dibandingkan dengan minimarket konvensional, jumlah produk yang tersedia di O!SAVE memang terlihat lebih terbatas. Minimarket biasa bisa memiliki sekitar 3.000 hingga 5.000 SKU, sementara O!SAVE hanya fokus pada sekitar 800 hingga 1.000 SKU yang dianggap paling dibutuhkan dan memiliki perputaran penjualan tinggi. Artinya, toko tidak berusaha menyediakan semua merek dan semua varian dalam satu kategori, tetapi memilih produk yang dianggap paling relevan untuk kebutuhan rumah tangga.

Pilihan yang lebih sedikit ternyata memberikan keuntungan besar dari sisi operasional. O!SAVE bisa mengelola persediaan dengan lebih sederhana, mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan dan membeli produk tertentu dalam jumlah lebih besar. Bagi konsumen memang ada kompromi karena mereka mungkin tidak menemukan banyak pilihan merek, ukuran atau varian. Namun sebagai gantinya, model tersebut memungkinkan toko lebih fokus menjaga harga produk yang benar-benar banyak dicari.

Baca Juga:Mengenal Lebih Dekat Setu : Ternyata Bekasi Punya Gunung, Jalur Adem, Kebun Bambu hingga Kampung TersembunyiBelum Banyak yang Tahu? di Cibubur Jakarta Bisa Makan di Bawah Pohon Sambil Nikmati Suasana Ndeso

Tak Perlu Rak Mewah

Salah satu konsep yang cukup menarik adalah penggunaan display ready case. Produk yang datang dari pabrik tidak harus selalu dikeluarkan satu per satu dari kardus kemudian disusun ulang secara rapi di rak. Sebagian produk bisa langsung ditempatkan di area penjualan menggunakan kemasan dusnya, dengan bagian depan dibuka sehingga konsumen dapat mengambil barang secara langsung.

Cara sederhana ini mampu memangkas sejumlah pekerjaan yang harus dilakukan karyawan. Waktu yang biasanya digunakan untuk membuka kardus, memindahkan produk dan menata ulang dapat dikurangi. Dalam bisnis retail dengan margin yang harus dijaga ketat, penghematan tenaga kerja dan waktu operasional seperti ini menjadi sangat penting karena biaya yang berhasil ditekan pada akhirnya bisa membantu mempertahankan harga jual produk.

0 Komentar