Gerai Kecil
Ukuran gerai O!SAVE yang relatif ringkas, sekitar 100 hingga 150 meter persegi, juga merupakan bagian dari strategi efisiensi. Toko dengan ukuran lebih kecil membutuhkan biaya sewa yang lebih rendah dibandingkan lokasi yang luas. Selain itu, kebutuhan listrik untuk penerangan, pendingin ruangan dan fasilitas toko juga dapat dikendalikan dengan lebih mudah.
Konsep tersebut membuat O!SAVE memang tidak menawarkan suasana seperti minimarket modern yang sengaja dibuat nyaman untuk berlama-lama. Tidak banyak dekorasi, tidak mengutamakan ruang nongkrong dan penggunaan fasilitas dibuat seperlunya. Namun justru di situlah konsep hard discount bekerja. Konsumen tidak membayar untuk kemewahan toko, melainkan lebih banyak membayar produk yang mereka bawa pulang.
Memanfaatkan Aset Strategis POS Indonesia
Dalam mengembangkan jaringan toko, O!SAVE juga memanfaatkan kerja sama dengan PT Pos Properti Indonesia untuk menggunakan aset atau properti Pos Indonesia yang tersedia di lokasi-lokasi strategis. Pemanfaatan aset yang sebelumnya kurang optimal ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi kebutuhan modal ketika membuka gerai baru.
Baca Juga:Mengenal Lebih Dekat Setu : Ternyata Bekasi Punya Gunung, Jalur Adem, Kebun Bambu hingga Kampung TersembunyiBelum Banyak yang Tahu? di Cibubur Jakarta Bisa Makan di Bawah Pohon Sambil Nikmati Suasana Ndeso
Strategi tersebut juga memberikan keuntungan dari sisi lokasi. Properti Pos Indonesia secara historis banyak berada di kawasan yang sudah memiliki aktivitas masyarakat, termasuk tingkat kecamatan. Dengan memanfaatkan lokasi seperti ini, O!SAVE tidak selalu harus mencari lahan komersial baru dengan biaya tinggi. Efisiensi lokasi tersebut kemudian menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jaringan dengan biaya yang lebih terkendali.
Supplier Diajak Cara Efisiensi Bersama
Strategi harga murah tidak hanya dilakukan di dalam toko. O!SAVE juga berusaha membangun pola kerja sama dengan pemasok yang lebih sederhana dengan mengurangi berbagai biaya tambahan seperti slotting fee, biaya promosi katalog dan biaya tersembunyi lainnya. Sebagai gantinya, pemasok diharapkan dapat memberikan harga pengadaan yang lebih kompetitif sehingga produk bisa dijual kembali dengan harga rendah.
Bagi pemasok, model tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri karena O!SAVE tidak menyediakan terlalu banyak merek yang saling bersaing dalam satu kategori. Ketika produk mendapatkan ruang yang lebih fokus, peluang perputaran barang bisa menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, hubungan antara retailer dan pemasok dibangun bukan hanya berdasarkan biaya penempatan produk, tetapi juga berdasarkan volume dan efisiensi penjualan.
