Namun, perjalanan belum selesai. Setelah melewati kawasan ini, rute justru membawa pengendara menuju salah satu pemandangan yang cukup kontras dengan lingkungan sekitarnya.
Dibalik Megah Tol, Ada Gunung Sampah
Salah satu bagian yang cukup menarik dalam perjalanan adalah ketika jalur membawa pengendara melintasi kawasan sekitar Tol Cimanggis–Cibitung. Struktur jalan tol yang berdiri tinggi memberikan pemandangan berbeda dari kawasan Setu.
Tetapi tidak jauh dari sana terdapat kawasan TPA Sumur Batu di Burangkeng. Dari jalur yang dilalui, terlihat aktivitas pengelolaan sampah dengan gunungan sampah berukuran sangat besar.
Baca Juga:Belum Banyak yang Tahu? di Cibubur Jakarta Bisa Makan di Bawah Pohon Sambil Nikmati Suasana NdesoBerburu Durian Lokal di Kaki Gunung Batu Jonggol, Harganya Murah Meriah Hanya Rp30 Ribuan Bisa Dapat 3 Buah
Sejumlah alat berat bekerja memindahkan dan mengatur tumpukan sampah. Pemandangan ini menjadi gambaran lain dari Setu yang jarang terlihat ketika orang hanya mengenal kawasan ini dari sisi perumahan dan jalur transportasi.
Keluar dari Gunung Sampah
Setelah melewati kawasan tersebut, perjalanan berlanjut menuju Jalan Pangkalan Awirarangan di Desa Tamansari. Perlahan suasana yang sebelumnya didominasi industri mulai bercampur dengan permukiman warga.
Dari Tamansari perjalanan kemudian mengarah ke Kampung Serang, Desa Taman Rahayu. Di sepanjang jalur, terlihat perpaduan antara rumah warga dengan kompleks perumahan baru yang terus berkembang.
Inilah salah satu karakter menarik Setu. Perkembangan kawasan berlangsung begitu cepat, tetapi di sela-selanya masih terdapat kampung-kampung yang mempertahankan suasana pedesaan.
Masuk ke Harvest City
Perjalanan kemudian memotong kawasan Harvest City. Kawasan perumahan modern ini memperlihatkan sisi Setu yang semakin berkembang dengan hunian dan fasilitas perkotaan.
Namun, tidak jauh dari kawasan tersebut, terdapat jalur yang justru membawa perjalanan kembali ke suasana kampung. Masuk menuju Kampung Sadang, Desa Cikarageman, pemandangan langsung berubah.
Jalanan menjadi lebih kecil dan dipenuhi pepohonan. Salah satu yang paling mencolok adalah rumpun bambu tali yang tumbuh rimbun di sepanjang jalur. Naik motor pelan-pelan melewati kawasan seperti ini terasa jauh berbeda dibandingkan berkendara di jalan utama.
Baca Juga:Alfamidi Cabang Bekasi Salurkan 9.000 Butir Telur dalam Program Protein Cegah Stunting Tahap 3302 Anak Adu Kreativitas di Lomba Mewarnai Indomaret-Dancow Fortigro
Ternyata di Setu Banyak Daerah Adem
Bagian Kampung Sadang menjadi salah satu kejutan dalam perjalanan. Di tengah wilayah Bekasi yang selama ini identik dengan panas, industri dan kepadatan, ternyata masih ada jalur yang cukup rindang dan terasa sejuk.
