Selain pencegahan mandiri, dr. Anggi juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dan lingkungan terdekat dalam merespons gejala depresi. Lingkungan diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku orang di sekitarnya, seperti perubahan pola aktivitas atau kecenderungan menjadi lebih murung.
“Orang yang mengakhiri hidup atau mengalami depresi berat sebenarnya adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya profesional. Jika melihat ada orang terdekat yang berubah, kita harus cepat tanggap tawarkan bantuan dan jadi tempat mendengar tanpa menghakimi,” pungkas dr. Anggi.(aufa)
