kbeonline.id – PSIM Yogyakarta tidak bisa terlalu lama meratapi hasil pertandingan pembuka jika ingin mencuri poin dari markas Persebaya Surabaya. Tantangan lebih berat sudah menanti Laskar Mataram pada pekan kedua Super League 2026/27 saat bertandang ke Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2026) malam WIB.
PSIM membawa modal hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang pada laga perdana di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9/2026) sore WIB. Hasil tersebut menjadi awal perjalanan mereka di kompetisi musim ini.
Namun, pertandingan melawan Persebaya menghadirkan tantangan berbeda. Selain bermain di kandang lawan, PSIM juga akan menghadapi tim yang memiliki karakter permainan tersendiri.
Baca Juga:Debut Garudayaksa FC di Super League Berakhir Imbang, Manajemen Tetap BersyukurJelang El Clasico, Shin Tae-yong Soroti Banyak Kesalahan Persija
Van Gastel Tak Terpaku Catatan Lama
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyadari timnya memiliki catatan kurang baik ketika menghadapi Persita pada musim lalu. Laskar Mataram dua kali menelan kekalahan dari Pendekar Cisadane dengan skor 0-4 dan 0-1.
Meski begitu, Van Gastel tidak ingin hasil tersebut menjadi ukuran untuk menilai kondisi PSIM saat ini. Menurutnya, pertandingan pada musim lalu dan musim ini merupakan situasi yang berbeda.
Karena itu, pelatih asal Belanda tersebut memilih melihat pertandingan berdasarkan kondisi terkini. Catatan masa lalu tidak bisa dijadikan jaminan, baik untuk hasil positif maupun negatif.
Setiap Laga Punya Cerita Berbeda
Pesan Van Gastel menjadi penting bagi PSIM sebelum menghadapi Persebaya. Tim harus mampu membaca karakter pertandingan yang akan dihadapi dan tidak terjebak pada hasil pertandingan sebelumnya.
Hasil imbang kontra Persita setidaknya memberikan satu poin pada laga pembuka. Kini, PSIM dituntut kembali menunjukkan kemampuan terbaik ketika menghadapi tantangan yang berbeda di Surabaya.
Pertandingan di Gelora Bung Tomo juga menjadi kesempatan bagi Laskar Mataram untuk menunjukkan perkembangan setelah melewati laga perdana. Van Gastel tentu berharap anak asuhnya mampu tampil lebih siap dan menjaga konsistensi permainan.
Dengan kompetisi yang baru memasuki pekan kedua, perjalanan PSIM masih sangat panjang. Karena itu, setiap pertandingan perlu dihadapi dengan fokus dan persiapan berbeda, termasuk ketika harus menghadapi Persebaya di kandangnya.
