KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Dampak pekerjaan Horizontal Directional Drilling (HDD) pipa Pertamina jalur Cikampek-Pelumpang di Kampung Pocol Sawah, RT 03/RW 01, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, mulai ditangani pihak pelaksana.
Lumpur yang keluar dari area pekerjaan hingga masuk ke sejumlah pekarangan rumah warga membuat aktivitas masyarakat terganggu. Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana PT. Mulia Tehnik Toolsindo mengaku tengah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak untuk menjadi dasar pengajuan kompensasi.
Fikri, humas PT Mulia Tehnik Toolsindo selaku subkontraktor proyek, mengatakan pihaknya telah meminta mandor di lapangan mendata jumlah rumah yang terdampak.
Baca Juga:Proyek HDD Pipa Pertamina Gas Bocor, Lumpur Masuk Rumah Warga di Cikarang Barat Abrasi Sungai Citarum Bikin Jalan Utama Purwadana Amblas, BBWS Turunkan Alat Berat
“Barusan sudah saya ambil mandor yang di lapangan. Saya suruh data rumah yang terdampak, berapa rumah. Ini lagi didata dulu berapa rumah yang terdampak,” kata Fikri ketika dikonfirmasi Cikarang Ekspres, Rabu (9/9)
Menurut dia, pendataan tersebut dilakukan agar warga yang terdampak dapat diakomodasi dalam pengajuan kompensasi.
“Biar dapat kompensasi. Nanti saya lagi mengajukan kompensasi,” ujarnya.
Terkait penyebab lumpur keluar hingga mengarah ke permukiman warga, Fikri menyebut kondisi kontur lokasi yang lebih rendah diduga menjadi salah satu faktor. Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat proses penarikan pipa pada malam hari.
“Kemarin tadi malam pipanya ditarik. Karena di situ posisinya rendah, mungkin lumpurnya keluarnya lewat situ,” jelasnya.
Meski demikian, Fikri menyerahkan penjelasan teknis lebih detail kepada mandor yang menangani pekerjaan di lapangan.
Untuk penanganan dampak, pihak pelaksana memastikan fokus utama saat ini adalah membersihkan lumpur yang masuk ke area permukiman warga.
Baca Juga:Disdikbud Karawang Kaji Restorasi Bangunan Bersejarah dan Pelestarian Cagar BudayaBelanja Pegawai Ngebut, Pembangunan Lambat, Serapan APBD Kabupaten Bekasi Masih Jomplang
“Sekarang kita fokus untuk pembersihan yang terdampak lumpur itu,” tegasnya.
Fikri mengatakan, seluruh area yang terdampak akan diupayakan dikembalikan seperti kondisi semula. Tidak hanya rumah warga, infrastruktur yang mengalami kerusakan atau terdampak pekerjaan juga disebut akan diperbaiki.
“Perbaikan ya otomatis kita semua rapikan seperti semula. Infrastruktur yang terdampak juga diperbaiki, tetap seperti semula,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan perangkat lingkungan setempat, termasuk RT, RW dan kelurahan, terkait komitmen memperbaiki setiap dampak yang ditimbulkan dari pekerjaan proyek.
