Abrasi Sungai Citarum Bikin Jalan Utama Purwadana Amblas, BBWS Turunkan Alat Berat

Jalan utama Desa Purwadana Amblas
Jalan utama Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, yang amblas akibat abrasi Sungai Citarum kini mulai diperbaiki. Penanganan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dengan memperkuat tebing atau tanggul di lokasi terdampak.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Jalan utama Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, yang amblas akibat abrasi Sungai Citarum kini mulai diperbaiki. Penanganan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dengan memperkuat tebing atau tanggul di lokasi terdampak.

Perbaikan tersebut dilakukan setelah sebagian badan jalan amblas dan runtuh ke arah Sungai Citarum pada Senin (9/2) dini hari. Kondisi itu sempat mengganggu mobilitas masyarakat karena jalan tersebut merupakan akses utama warga.

Saat ini, sejumlah alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas terlebih dahulu membersihkan area terdampak untuk memastikan titik longsoran dan bagian tebing yang membutuhkan penguatan.

Baca Juga:Disdikbud Karawang Kaji Restorasi Bangunan Bersejarah dan Pelestarian Cagar BudayaBelanja Pegawai Ngebut, Pembangunan Lambat, Serapan APBD Kabupaten Bekasi Masih Jomplang

Penata Teknis BBWS Citarum, Hendra, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan darurat untuk mencegah kondisi jalan dan tebing semakin parah.

“Kita clear area dulu supaya terlihat jelas mana titik yang longsor dan terdampak, serta berapa meter yang harus ditangani. Kita menangani untuk daruratnya saja dulu,” ujarnya Selasa (9/9).

Menurutnya, penanganan dilakukan secara bertahap karena titik rawan di sepanjang Sungai Citarum cukup panjang, mulai dari wilayah hulu hingga hilir. Karena itu, pihaknya perlu menentukan lokasi yang menjadi prioritas untuk segera ditangani.

Hendra menjelaskan, salah satu hal yang perlu dipastikan dalam proses perbaikan adalah keberadaan titik tanah keras sebagai dasar perkuatan tebing. Hal tersebut penting agar konstruksi yang dibangun tidak kembali mengalami pergeseran atau gelincir.

“Kita belum mengetahui titik tanah keras ada di mana. Itu perlu dipastikan supaya tidak terjadi gelincir lagi. Saat ini alat berat sudah digunakan untuk melakukan penanganan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purwadana, E. Heryana, mengatakan perbaikan tebing tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga akses utama masyarakat. Jalan tersebut selama ini menjadi jalur vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Ini akses utama warga dan sangat vital. Saat ini masyarakat masih menggunakan jalur alternatif sementara melalui Resinda,” katanya.

Baca Juga:30.700 Pemilih Jadi Rebutan, 5 Calon Kades Karangasih Mulai Adu Strategi Curi Hati WargaKantongi Nomor Urut 2 dan Targetkan 12.000 Suara, Petahana Kepala Desa Karangasih Samsu Dawam Pede Dua Periode

Ia mengatakan, setelah penanganan darurat, rencananya akan dilakukan rekonstruksi side belt oleh BBWS Citarum. Pihak desa berharap seluruh proses penanganan dapat berjalan cepat agar akses masyarakat dapat kembali normal.

0 Komentar