Semakin berkembangnya aktivitas wisata ikut mendorong munculnya berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya adalah tempat menginap yang berada di sekitar perkampungan. Sejumlah rumah warga di kawasan Cikondang dan sekitarnya dimanfaatkan sebagai homestay maupun vila yang dapat digunakan wisatawan untuk bermalam. Kehadiran penginapan tersebut menjadi penting karena banyak objek wisata di kawasan Nagrak membutuhkan waktu lebih dari beberapa jam untuk dijelajahi.
Dengan adanya pilihan tempat menginap, wisatawan tidak harus terburu-buru menyelesaikan perjalanan dalam satu hari. Mereka dapat datang sejak pagi, menikmati suasana alam, menjelajahi curug atau sungai, kemudian beristirahat di sekitar perkampungan. Harga penginapan tentunya berbeda-beda bergantung pada fasilitas, kapasitas dan waktu kunjungan. Namun, pertumbuhan homestay dan vila menunjukkan bahwa kawasan Nagrak mulai memiliki ekosistem wisata yang lebih lengkap, dari objek wisata hingga kebutuhan tempat beristirahat.
Ada Kopi Lokal yang Bisa Jadi Tempat Singgah
Perjalanan menjelajahi kawasan perbukitan tentu akan terasa lebih lengkap dengan keberadaan tempat makan dan tempat beristirahat. Di Kampung Sukahurip, wisatawan dapat menemukan kedai kopi lokal yang menjadi salah satu pilihan tempat singgah sebelum maupun setelah menikmati wisata alam. Salah satunya adalah Pakis Kopi Sukahurip yang menawarkan pengalaman menikmati kopi di tengah suasana perkampungan dan kawasan pegunungan.
Baca Juga:Negeri di Atas Awan Subang : Kampung Neglasari Tawarkan Pemandangan Kabut yang Bikin BetahSaatnya Curi Hati Warga, 20 Calon Kepala Desa di Cikarang Selatan Siap Bertarung Rebutkan 6 Kursi
Menariknya, kopi yang ditawarkan tidak sekadar menjadi produk minuman biasa. Pengolahan biji kopi yang berasal dari hasil panen sendiri memberikan nilai tersendiri bagi wisata kuliner di kawasan tersebut. Kedai lokal seperti ini juga dapat menjadi ruang bertemunya wisatawan dengan masyarakat sekitar. Setelah menikmati perjalanan menuju curug atau kawasan alam, pengunjung dapat berhenti sejenak, menikmati secangkir kopi dan merasakan suasana kehidupan warga yang jauh lebih tenang dibandingkan pusat kota.
Jalan Menuju Desa Nagrak Menjadi Bagian dari Petualangan
Untuk menuju Desa Nagrak, wisatawan harus melewati jalur khas kawasan perbukitan Ciater. Sejumlah ruas jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, tetapi kondisi medan tetap membutuhkan perhatian. Terdapat bagian jalan yang menanjak cukup curam, beberapa ruas yang relatif sempit serta tikungan yang membutuhkan kewaspadaan, terutama ketika kendaraan harus berpapasan. Karena itu, kondisi kendaraan dan kemampuan pengemudi menjadi hal penting sebelum memulai perjalanan.
