KBEONLINE.ID – Sebanyak 1.050 personel Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek jajaran hadir secara serentak di 126 sekolah menengah kejuruan (SMK) se-Kota Bekasi, Senin (21/9/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut menjangkau 1.914 kelas dengan 57.278 pelajar.
Pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri melalui program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar.
Program tersebut menempatkan personel sebagai mitra sekolah untuk memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta memastikan pelajar memiliki akses terhadap pendampingan ketika membutuhkan bantuan.
Baca Juga:Daftar 14 Tempat Makan Dekat Stasiun Tambun Selatan, Ada yang Cocok untuk Sarapan dan Makan MalamKatalog Promo Superindo Minggu Ini 21-24 September 2026, Ada Minyak Goreng Diskon Rp39 Ribuan
Di setiap sekolah, personel berkoordinasi dengan kepala sekolah, wali kelas, dan guru bimbingan dan konseling sebelum berbincang bersama para siswa dalam suasana terbuka dan akrab. Interaksi tersebut digunakan untuk memahami kebutuhan pelajar sekaligus memperkenalkan personel yang akan menjadi penghubung dengan pihak kepolisian.
“Arahan Kapolda kami tindak lanjuti dengan membangun kehadiran yang dekat dan dapat dipercaya. Setiap personel harus memandang para pelajar seperti anak sendiri, memahami karakter mereka, serta menjadi tempat yang aman untuk meminta bantuan,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana.
Dialog bersama siswa mencakup pembentukan karakter, hubungan pertemanan yang sehat, kecakapan bermedia digital, keselamatan berlalu lintas, pemahaman mengenai konsekuensi pelanggaran hukum, serta keberanian mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan.
“Pendampingan dimulai dari kesediaan untuk mendengar tanpa menghakimi. Anak tidak selalu menyampaikan persoalan secara langsung. Karena itu, personel perlu bersikap peka, sabar, dan mampu berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pelajar,” ujar Putu Kholis.
Setiap informasi yang disampaikan akan dikelola secara hati-hati dengan menjaga kerahasiaan data pelajar dan orang tua. Apabila memerlukan tindak lanjut, penanganannya dikoordinasikan bersama pihak sekolah dan keluarga secara persuasif, proporsional, serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
“Program ini tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Hubungan yang telah dibangun harus dirawat melalui komunikasi yang konsisten. Kami ingin setiap pelajar tumbuh dengan karakter yang kuat, memiliki rasa percaya diri, dan memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk meraih cita-cita,” pungkas Putu Kholis. (Sigit Nugroho)
