Karawang Darurat ISPA, Semua Kamar Rumah Sakit Penuh

RSUD karawang
RSUD Karawang overload pasien.
0 Komentar

Kbeonline.id— Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Karawang mengalami lonjakan pasien yang melebihi kapasitas (overload) dalam sebulan terakhir. Fenomena ini didominasi oleh pasien usia anak yang terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kondisi tersebut menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) rumah sakit melonjak hingga 90–95 persen, melampaui batas ambang normal pelayanan sebesar 80 persen.

Meski kapasitas tempat tidur IGD telah diperluas dari 30 menjadi 41 unit, jumlah kedatangan pasien sempat menyentuh angka 55 orang dalam sehari.

Baca Juga:Mulai Mencuat Nih, OpenAI Melanggar Basis Data Pemerintah AustraliaHM Kunang Terima Vonis 4 Tahun, Tapi Ade Kunang Masih Pikir-pikir Mau Banding?

Dampaknya, sekitar 15 pasien harus mengantre penanganan di luar area tempat tidur utama. Beberapa di antaranya bahkan tertahan menunggu giliran di dalam ambulans desa maupun kendaraan rujukan.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Karawang, dr. Parlindungan, mengonfirmasi bahwa kasus ISPA menyumbang sekitar 30 persen dari total kunjungan harian rumah sakit.

“Memang betul belakangan ini IGD kita sering overload. Yang dahulu hanya 30 bed, sekarang alhamdulillah berkat bantuan pemerintah daerah, kita bisa membuat gedung IGD baru dengan kapasitas 41 tempat tidur. Tapi per hari ini saja ada 55 pasien di IGD, sementara total bangsal terisi 362 pasien. Artinya ada sekitar 15 pasien yang berada di luar kapasitas bed utama,” ujar dr. Parlindungan, Kamis (24/9).

Ia menambahkan bahwa fenomena lonjakan kasus serupa juga dialami oleh fasilitas kesehatan di luar daerah.

“Saat ini tingkat keterisian untuk ruangan anak itu hampir setiap hari 100 persen penuh. Dulu tidak sampai segini, makanya yang paling banyak datang ke IGD juga pasien-pasien anak. Kami juga mendapat informasi dari rekan-rekan medis luar daerah bahwa kasusnya terjadi bersamaan,” paparnya.

Pihak manajemen mengindikasikan faktor cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan yang kering serta berdebu sebagai pemicu utama cepatnya penyebaran virus atau bakteri melalui udara.Guna mengatasi penumpukan di IGD, RSUD Karawang menerapkan fleksibilitas alokasi ruangan. Bangsal perawatan dewasa yang masih kosong dialihfungsikan sementara untuk pasien anak.

Selain itu, pasien kelas 3 dapat dialihkan ke ruang perawatan kelas 1 atau 2 jika ketersediaan tempat memungkinkan, tanpa membedakan status kepesertaan BPJS Kesehatan yang mencakup 98 persen dari total pasien.

0 Komentar