Sindrom Metabolik Mengintai Usia Muda: Ahli Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat

dr. Indra Alexandra, Sp.PD, MMRS.
Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital, dr. Indra Alexandra, Sp.PD, MMRS. (Karawang Bekasi Ekspres)
0 Komentar

Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering menyamakan aktivitas rumah tangga harian, seperti menyapu, dengan olahraga. Menurutnya, olahraga yang efektif harus dilakukan secara konsisten dan terukur hingga mampu meningkatkan denyut nadi di atas 100 kali per menit.

“Disebut olahraga tuh kalau nadi kita naik di atas 100, sampai berkeringat, artinya sudah ada exercise yang baik. Tapi kalau belum sampai berkeringat atau nadinya naik, itu bukan olahraga, hanya kegiatan sehari-hari saja,” jelasnya.

Terkait asupan gizi, masyarakat diimbau untuk membatasi konsumsi gula maksimal 50 gram atau setara empat sendok makan per hari. Penumpukan lemak viseral berlebih akibat konsumsi gula tinggi dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung, hingga gangguan ginjal dan fatty liver.

Baca Juga:Tabel KUR BSI 2026 Rp10-Rp75 Juta Lengkap Syarat dan Cara Pengajuan, Angsuran 1-5 Tahun Bayar Mulai Rp900 RibuKembali Merosot! Harga Emas Antam Melemah Rp15.000 ke Level Rp 2.590.000 per gram

Menutup keterangannya, dr. Indra mengingatkan pentingnya kesadaran dan deteksi dini sejak usia muda agar tidak menyesal saat komplikasi timbul di kemudian hari.

“Penyakit metabolik ini tidak terjadi besok atau lusa, tapi butuh proses 5 sampai 20 tahun hingga komplikasinya muncul. Jadi kalau dari awal sudah ke-screening, kita bisa mencegah jangan sampai terjadi sindrom metabolik,” pungkasnya.(aufa)

0 Komentar