KBEONLINE.ID KARAWANG – Sungai Citarum di wilayah Tanjungpura, Kabupaten Karawang, menghitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap. Akibatnya ribuan ikan mabuk dan mengapung di permukaan air yang diduga akibat keracunan limbah atau kekurangan oksigen.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh warga setempat untuk beramai-ramai mendatangi sungai dan mengumpulkan ikan-ikan yang lemas maupun mati. Menggunakan perahu hingga turun langsung ke pinggir sungai, warga menyisir sepanjang aliran air untuk mencari ikan.
Salah seorang warga setempat, Tedi, menuturkan bahwa kondisi air sungai yang menghitam mulai terlihat sejak pagi hari.
Baca Juga:Serentak, Jambore Ranting Tingkat Kabupaten Bekasi 2026 Resmi DibukaCIMB Niaga Raih Dua Penghargaan Internasional di Bidang Pembiayaan Hijau
“Dari pagi jam 7. Nyari ikan. Pada mabok,” kata Tedi di lokasi.
Ia menduga perubahan warna dan bau pada aliran sungai tersebut disebabkan oleh pencemaran limbah. Menurutnya, setiap kali air terkontaminasi limbah, ikan-ikan di sungai akan mabuk dan bermunculan ke permukaan.
“Kayaknya kena limbah sih. Setiap datang limbah kan suka ikan pada mabok itu. Ya kita nyari di sini,” ujarnya.
Tedi menyebutkan jenis ikan yang berhasil dikumpulkan warga cukup beragam. “Ikan jaer, ikan tawes, sama ikan baung,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena air sungai yang menghitam disertai ikan mabuk ini frekuensinya semakin sering terjadi belakangan ini. “Baru kali ini, dua kali ini. Seminggu dua kali ini,” tuturnya.
Peristiwa ini memicu kekhawatir warga terhadap kualitas air sungai serta dampaknya bagi ekosistem dan lingkungan di sepanjang aliran Sungai Citarum. Warga berharap pihak berwenang dan dinas terkait segera melakukan pemeriksaan serta pengujian laboratorium terhadap sampel air guna memastikan kandungan di dalamnya dan mengusut penyebab pasti pencemaran tersebut.
