KBEONLINE.ID – Harga murah sering menjadi alasan seseorang memilih HP dari toko atau penjual nonresmi.
Namun, calon pembeli sebaiknya tidak langsung tergiur karena status perangkat bisa berbeda, terutama dari sisi garansi, jalur distribusi, dan registrasi IMEI.
Untuk memastikan HP yang hendak dibeli merupakan perangkat resmi atau distributor, ada sejumlah hal yang dapat diperiksa sebelum melakukan pembayaran.
Baca Juga:13 Rekomendasi Tempat Soto Lamongan di Setu Kabupaten Bekasi, Ada yang Buka Sejak Pagi!Rekomendasi 11 Tempat Makan Keluarga di Babelan Kabupaten Bekasi, Ada Saung hingga Kuliner Betawi
Berikut 13 cara jitu mengetahui HP resmi atau distributor dikutip dari YouTube Nyantech Minggu, (11/10/2026).
1. Cek nomor IMEI
Buka menu pengaturan atau tekan *#06# untuk menampilkan IMEI. Cocokkan nomor tersebut dengan IMEI yang tercantum pada dus perangkat.
2. Periksa status IMEI
IMEI menjadi salah satu pemeriksaan penting untuk memastikan perangkat dapat menggunakan jaringan seluler Indonesia. Bea Cukai menyediakan layanan pengecekan status IMEI.
3. Cocokkan IMEI HP dan dus
Jika nomor IMEI pada perangkat berbeda dengan yang tertera di kotak, pembeli perlu menanyakan penyebabnya sebelum melanjutkan transaksi.
4. Periksa garansi
Lihat siapa pihak yang memberikan garansi. HP resmi biasanya memiliki layanan purnajual dari distributor atau perwakilan resmi merek di Indonesia.
5. Jangan hanya percaya tulisan “garansi resmi”
Tulisan tersebut pada deskripsi toko belum cukup menjadi bukti. Pembeli sebaiknya memastikan nama distributor atau pusat layanan yang menangani garansi.
6. Cek pusat servis
Cari informasi mengenai pusat layanan resmi merek tersebut. Pastikan model perangkat yang akan dibeli memang mendapat dukungan layanan di Indonesia.
7. Periksa bahasa dan isi kemasan
Baca Juga:Rekomendasi 14 Cara Mengatasi HP Tidak Bisa Terhubung ke WiFi, Jangan Langsung ke Tukang Servis!Rekomendasi 13 Tempat Beli Martabak di Cibitung Kabupaten Bekasi, No 12 Kacangnya Melimpah!
Kemasan perangkat yang dipasarkan untuk Indonesia umumnya memiliki informasi produk dan ketentuan yang sesuai dengan pasar Indonesia. Namun, kemasan saja bukan satu-satunya penentu status resmi.
8. Periksa model perangkat
Nomor model dapat memberikan informasi mengenai wilayah pemasaran perangkat. Jika model ditujukan untuk pasar negara lain, tanyakan secara jelas kepada penjual mengenai status perangkat tersebut.
9. Tanyakan asal barang
Jangan ragu bertanya apakah HP berasal dari distributor resmi Indonesia, impor pribadi, atau jalur distribusi lainnya.
10. Minta faktur atau nota pembelian
Simpan bukti transaksi. Nota dapat membantu ketika pembeli membutuhkan layanan garansi atau ingin melakukan komplain kepada penjual.
