Jangan membuat tanggal publikasi sendiri jika tidak ditemukan pada sumber.
12. Gunakan Aplikasi Pengelola Referensi
Jika sumber yang digunakan sudah puluhan atau bahkan ratusan, aplikasi pengelola referensi dapat menghemat waktu.
Perangkat seperti Zotero, Mendeley, atau fitur pengelola referensi lainnya dapat membantu menyimpan informasi sumber dan membuat daftar referensi berdasarkan gaya sitasi tertentu.
Meski begitu, hasil otomatis tetap perlu diperiksa karena data bibliografi yang tersimpan bisa saja tidak lengkap atau salah.
13. Periksa Kesesuaian dengan Sitasi dalam Tulisan
Daftar pustaka tidak seharusnya berdiri sendiri.
Baca Juga:Bikin Nambah Nasi! Ini 12 Tempat Beli Sate Ati Ampela di Tambun SelatanButuh Uang Tengah Malam? Ini 13 Lokasi ATM 24 Jam di Tambun Selatan
Periksa kembali apakah sumber yang dikutip di dalam tulisan memang tercantum dalam daftar pustaka. Sebaliknya, pastikan sumber yang tercantum sebagai referensi memang digunakan dalam karya tulis jika pedoman yang digunakan mensyaratkannya.
Pengecekan ini penting agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara kutipan dan daftar referensi.
14. Lakukan Pemeriksaan Akhir
Sebelum tugas atau karya ilmiah dikumpulkan, periksa daftar pustaka dari awal sampai akhir.
Cek nama penulis, tahun, judul, penerbit, volume jurnal, nomor edisi, halaman, DOI atau URL. Periksa juga tanda baca, huruf miring, urutan abjad, serta format keseluruhan.
Jika kampus, sekolah, dosen, atau jurnal menyediakan pedoman khusus, gunakan pedoman tersebut sebagai acuan utama.
