HWB Purwakarta Masuki Babak Baru, 1.500 Unit Rumah Mulai Diserahterimakan

HWB Purwakarta Masuki Babak Baru, 1.500 Unit Rumah Mulai Diserahterimakan
HWB Purwakarta Masuki Babak Baru, 1.500 Unit Rumah Mulai Diserahterimakan
0 Komentar

Pandangan tersebut sejatinya sejalan dengan pendekatan LippoLand dalam mengembangkan HWB Purwakarta. Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan, “Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan.”

HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand, dengan dukungan program kemitraan UMKM LippoLand. Sejak peluncurannya pada akhir 2025, penjualan telah mencapai lebih dari 2.000 unit. Pada peluncuran tahap pertama Februari 2026, lebih dari 1.000 unit telah terjual. Hunian HWB Purwakarta ditawarkan mulai Rp98 juta, dengan pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur. Desainnya mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, dan area parkir. Tersedia pula skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600.000 per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Seiring bertambahnya penghuni, ruang untuk berinteraksi menjadi bagian penting dari kehidupan kawasan. Masjid Tajug Istimewa Nusantara, yang diresmikan pada 30 Januari 2026, menjadi salah satu fasilitas sosial yang tersedia. Berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas sekitar 150 jemaah, masjid ini tidak hanya menunjang kebutuhan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan bersama warga.

Baca Juga:Kredit Tumbuh dan Transaksi Digital Meningkat, Ini Capaian CIMB Niaga pada 2026Tim Bimantara Unsika Raih Juara Harapan 1 Drone Innovation di Ajang Internasional ERIC 2026

Aktivitas masyarakat juga tumbuh di Balai Nusantara dan ruang-ruang komunal lainnya. Bazar makanan, pasar malam, musik langsung, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, hingga kegiatan bersepeda bersama menghadirkan kesempatan bagi warga untuk berkumpul. Di saat yang sama, kegiatan tersebut membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha.

Peluang ekonomi juga disiapkan melalui Griya Niaga, kawasan komersial dengan deretan ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter yang menghadap boulevard utama selebar 16 meter. Ruko dilengkapi balkon dan jaringan listrik bawah tanah, dengan peruntukan yang mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan penghuni. Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di kawasan HWB Purwakarta antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.

0 Komentar