Dengan menyusun kembali informasi menggunakan pemahaman pribadi, seseorang tidak hanya menghafal kata-kata, tetapi juga berusaha memahami maksud materi tersebut.
4. Gunakan Mind Mapping
Mind mapping atau peta pikiran dapat membantu menyusun informasi yang panjang menjadi lebih sederhana.
Caranya, tuliskan tema utama di bagian tengah kertas, kemudian buat beberapa cabang berisi subtopik dan penjelasan penting.
Baca Juga:Sedang Bangun atau Renovasi Rumah? 13 Toko Bangunan di Jatiasih Ini Layak Masuk DaftarRumah Bau Asap Rokok Bikin Pengap? Ini 13 Cara Ampuh Menghilangkannya Tanpa Harus Renovasi!
Sebagai contoh, materi sejarah kemerdekaan Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa bagian, seperti peristiwa penting, tokoh, tanggal, penyebab, dan dampaknya.
Cara ini membantu pelajar melihat hubungan antara satu informasi dengan informasi lainnya.
5. Hubungkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari
Materi yang sulit dipahami bisa menjadi lebih mudah diingat apabila dikaitkan dengan kejadian yang sering ditemui.
Misalnya, ketika mempelajari konsep gaya dan gerak dalam fisika, gunakan contoh sepeda yang melaju atau bola yang ditendang.
Sementara itu, materi ekonomi bisa dikaitkan dengan aktivitas jual beli di pasar.
Contoh konkret membantu menjelaskan konsep yang sebelumnya terasa abstrak sehingga lebih mudah dipahami.
6. Ajarkan Kembali kepada Orang Lain
Cobalah menjelaskan materi yang baru dipelajari kepada teman, saudara, atau bahkan diri sendiri.
Baca Juga:Sepatu Putih Mulai Menguning? Catat 13 Jasa Cuci Sepatu di Cibitung IniBaju Putih Menguning Jangan Langsung Dibuang! Ini 13 Cara Menghilangkan Nodanya
Gunakan bahasa sederhana seolah-olah sedang menjadi guru yang mengajar di depan kelas.
Jika kesulitan menjelaskan suatu bagian, kemungkinan masih ada konsep yang belum benar-benar dipahami.
Metode ini juga membantu menemukan bagian materi yang perlu dipelajari kembali.
7. Gunakan Singkatan atau Jembatan Keledai
Untuk menghafalkan daftar panjang, gunakan singkatan atau kalimat unik yang mudah diingat.
Teknik ini dikenal sebagai mnemonik atau jembatan keledai.
Misalnya, pelajar dapat membuat singkatan dari huruf pertama beberapa istilah yang harus dihafalkan. Singkatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kata atau kalimat yang mudah diingat.
Metode ini cukup membantu untuk mengingat urutan, daftar, istilah, maupun informasi tertentu.
8. Pecah Materi Menjadi Bagian Kecil
Jangan memaksakan diri menghafalkan puluhan halaman sekaligus.
Bagi materi menjadi beberapa bagian berdasarkan subbab atau topik pembahasan. Pelajari satu bagian terlebih dahulu sebelum beralih ke bagian berikutnya.
Teknik ini berkaitan dengan konsep chunking, yaitu mengelompokkan informasi menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dikelola.
