Camat Kotabaru: Selama Bimtek Pelayanan Desa Tetap Berjalan

Camat Kotabaru, Dedi Setiadi
Camat Kotabaru, Dedi Setiadi. GEMAH ABDILLAAH/KARAWANG BEKASI EKSPRES
0 Komentar

KARAWANG – Camat Kotabaru, Dedi Setiadi membanta adanya pemberitaan yang menyebut pelayanandi desa-desa Kecamatan Kotabaru tutup selama mereka menjalankan Bimtek Mandiri pekan kemarin.

Dedi menjelaskan, rombongan kades dan pihak kecamatan berangkat pada Kamis, (30/6) sore bertolak menuju lokasi Bimtek Mandiri di Jogjakarta. Sebelum berangkat, Camat mengaku sudah mewanti-wanti perangkat desa yang tidak berangkat bimtek untuk tetap memberikan pelayanan.

Selain itu, selama mereka berangkat. Camat Dedi mengaku sudah memerintahkan pihak kecamatan yang tidak berangkat untuk melakukan monitoring di kantor desa. Guna memastikan pelayanan pada masyarakat tetap berjalan.

Baca Juga:Camat Kotabaru Lepas Sambut Kapolsek BaruRidwan Kamil dan Ulama Setempat Ikut Mandikan Eril secara Syariat Islam

Sebenarnya pelayanan tidak tutup, karena ada beberapa perangkat desa yang tidak semua ikut, aparatus kecamatan saya backup untuk ke desa-desa,” kata Dedi, saat berbincang dengan KBE, Selasa, (5/7) kemarin.

Dedi menegaskan, tidak semua perangkat desa dan kecamatan ikut berangkat ke Jogja untuk melaksanakan Bimtek Mandiri. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama Hari Jumat itu.

“Pelayanan tidak pernah berhenti waktu kemarin, Model desa-desa, ada beberapa aparatus yang tidak ikut. Oleh kades diberi amanat untuk melakukan pelayanan di kantor desa,” tegasnya.

Disinggung soal penggunaan anggaran DBH desa sebesar Rp. 2 juta per orang untuk mengikuti Bimtek Mandiri di Jogja, Dedi mengakui hal itu benar adanya. Dedi menjelaskan, anggaran sebesar Rp. 2 juta juta tersebut digunakan untuk keperluan transportasi pulang pergi, serta penginapan dan pelatihan dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

“Iya, Rp. 2 juta itu sudah include semua, biaya perjalan biaya penginapan dan pulang,” kata Dedi.

Di Jogja, lanjut Dedi, para perangkat desa digembleng oleh Depdagri terkait materi-materi peningkatan kapasitas perangkat desa. Dedi mengaku, lokasi Jogja dipilih sebagai tempat Bimtek Mandiri agar perangkat desa bisa lebih fokus menyerap ilmu. Serta kepala desa jadi lebih disipilin belajar dilokasi yang jauh dari rumah.

“Setiap perangkat desa diharapkan menguasai tupoksi yang diberikan, mereka tidak simpang siur dalam melakukan pekerjaannya, intinya memahami tugas dan fungsi,” pungkasnya. (Gma/wyd)

0 Komentar