Nasib ‘Sekarat’ Kali Jambe

Nasib ‘Sekarat’ Kali Jambe
UPTD Wilayah II Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke -76 dengan melakukan upacara bendera di tengah lautan sampah Kali Jambe, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, selasa (17/8/2021).
0 Komentar

Lautan Sampah Kian Meluas, Normalisasi Harus Dipercepat

KABUPATEN BEKASI- Kali Jambe di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kembali dipenuhi sampah. Tumpukan sampah yang memenuhi kali berupa sampah plastik, kain, kayu, dahan pohon, dan sampah rumah tangga lainnya. Sampah yang menumpuk itu membentuk daratan di tengah-tengah kali. Selain sampah yang menggunung, air kali terlihat menghitam dan berbau. Bau tak sedap bahkan sudah tercium dari jarak 100 meter. Kondisi ini terjadi di sepanjang 30 kilometer Kali Jambe mulai dari batas Kota Bekasi hingga wilayah Utara Kabupaten Bekasi. Alhasil, empat wilayah kecamatan selalu kebanjiran. Pantauan di lokasi crossing tol, sampah kembali menumpuk terlihat kurang lebih sekitar 700 meter. Sampah Kali Jambe jadi salah satu penyebab sejumlah desa di Tambun terendam banjir pada awal Januari lalu. Sampah yang menumpuk di aliran Kali Jambe berada tepat di bawah persilangan Tol Jakarta Cikampek, tepatnya di Kilometer 19. Selama satu tahun terakhir, sampah sudah berulang kali mengendap di aliran kali tersebut. Pemerintah daerah sudah delapan kali melakukan pengerukan dan pembersihan sampah dalam kurun satu tahun terakhir. Bahkan, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tampak kelelahan mengangkut sampah yang menggunung sekitar 150 ton tersebut. Pengurus RT 8 RW 8 Kelurahan Jatimulya, Antonius Supriadi (57) mengaku kesal dengan kondisi sampah yang terus menumpuk walaupun petugas kebersihan terus melakukan pengangkutan sampah setiap harinya. ”Ini penyebab banjir besar di wilayah Tambun setiap hujan deras mengguyur Bekasi,” katanya. Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR berencana segera normalisasi aliran Kali Jambe di Kabupaten Bekasi. Normaliasi Kali Jambe akan dilakukan karena banjir di wilayah Kabupaten Bekasi kerap terjadi akibat luapan aliran Kali Jambe tersebut. Kondisi Kali Jambe dinilai memprihatikan, selain kondisinya semakin menyempit, juga sedimentasi lumpur yang tinggi. Ditambah tumpukan sampah kerap menyumbat aliran air Kali Jambe tersebut. “Iya sudah masuk usulan rencananya akan segera dinormalisasi Kali Jambe,” kata Fahmi Arlan, Pengawas Wilayah Sungai Bekasi Cikeas Cileungsi BBWSCC Kementerian PUPR, kemarin.

0 Komentar