Rob Mengganas di Karawang-Bekasi

Rob Mengganas di Karawang-Bekasi
0 Komentar

AKIBAT BANJIR ROB SEBANYAK 3.589 KEPALA KELUARGA TERDAMPAK

Ribuan Warga Sudah Jadi Korban, Perlu Segera Ada TindakanKARAWANG- Bencana pob di pesisir laut utara Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi kian mengganas. Masyarakat diminta waspada saat berwisata di Pantai Karawang ketika liburan akhir tahun. Pasalnya, sejumlah banjir rob tengah menerjang sejumlah pantai di Karawang. Selain itu, baik masyarakat maupun wisatawan diimbau tidak berenang di pantai lantaran tingginya gelombang.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan wisata ke pantai Karawang untuk tetap waspada. Cuaca saat ini hingga akhir tahun nanti kurang bersahabat. Ombak besar dan banjir rob sudah terjadi di beberapa wilayah pantai,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Ferry Muharam, kemarin (27/12/2022).Menurut Ferry, mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan BPBD Karawang bersama pemerintah desa di sekitar pantai mendirikan Pos Pantau atau Satuan Tugas untuk mengawasi wisatawan. Jika terjadi hal yang membahayakan maka petugas bisa dengan cepat mengambil tindakan. 

“Pengunjung bisa melapor ke Pos Pantau jika terjadi hal yang menbahayakan,” katanya. Menurut Ferry, berdasarkan laporan ada sejumlah wilayah di pesisir utara pantai Karawang dilanda banjir rob. Wilayah pantai yang terjadi banjir rob yaitu Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes,  Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes; Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran dan Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar.

Baca Juga:MTsN 4 Karawang Banjir Prestasi di Akhir TahunDishub Jabar Sidak ke Terminal Cikarang

Ferry mengatakan, akibat banjir rob sebanyak 1.699 rumah terendam dan berdampak terhadap 3.473 orang dari 1.093 KK. “Kami masih terus melakukan pemantauan banjir rob karena sudah merendam banyak rumah,” ucapnya.  Sementara itu, sebanyak 3.589 kepala keluarga dari lima desa di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi terdampak banjir rob. Lima desa yang terendam yaitu Pantai Bakti, Pantai Sederhana, Pantai Mekar, Pantai Bahagia dan Pantai Harapanjaya.Camat Muaragembong Lukman Hakim mengatakan, banjir rob kali ini merupakan lanjutan dari bencana serupa yang terjadi sepanjang Desember 2022. Gelombang bencana ini terjadi dalam jangka waktu berdekatan karena disertai dengan musim hujan.“Ini rob lanjutan, gelombang kedua di bulan ini, dan kebetulan ini masih masuk periode angin darat. Eskalasi banjir rob memang saat ini menjadi meningkat tapi cepat surut dan kemudian meningkat lagi,” ucapnya, Senin (26/12/2022).Untuk penanganan jangka pendek, lanjut Lukman, pihaknya sudah menyediakan lima titik lokasi pengungsian bagi warga yang terdampak banjir rob. Namun hingga saat ini warga lebih memilih bertahan di rumahnya meski terendam banjir rob.“Lima titik lokasi pengungsian yang kita siapkan seperti di kantor kecamatan dan sekolah, tapi warga memilih bertahan di rumahnya, karena banjir rob sudah biasa bagi mereka,” ungkapnya.Dikatakan Lukman, penanganan banjir rob seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Penanganan yang dilakukan juga seharusnya disertai dengan program relokasi warga.“Ini menjadi PR bersama, bukan cuma pemerintah tapi juga masyarakatnya harus siap. Kalau relokasi menurut saya warga Muaragembong mau dipindah, tapi memang perlu waktu,” katanya.Banjir rob yang menjadi langganan di Muaragembong menyebabkan permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum rusak. Selain itu, genangan air akibat meluapnya air laut ini membuat roda perekonomian warga setempat terganggu.Kerugian yang ditimbulkan akibat dari setiap kali terjadi banjir rob ini diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.“Tambak ikan dan udang aja yang terendam banjir rob ratusan bahkan sampai ribuan hektar, jadi kalau sekali banjir rob kerugiannya bisa mencapai miliaran rupiah,” kata Lukman. (bbs/mhs)

0 Komentar