KARAWANG– Banjir akibat luapan Sungai Cilamaya yang menenggelamkan 6 desa di Kecamatan Cilamaya Wetan, mulai berangsur surut, Rabu. (26/2/2020) kemarin. Pantauan KBE di lapangan, ratusan pengungsi yang tersebar di beberapa posko kesehatan mulai mengeluhkan berbagai penyakit. Kebanyakan, para pengungsi banjir mengeluh sakit perut, demam, batuk, hingga gatal-gatal. Ketua Tim Siaga Banjir Cilamaya, Sumari mengatakan, sejak akhir pekan kemarin tim kesehatan dari Puskesmas Cilamaya dan Puskesmas Sukatani turun kelapangan, untuk mengobati korban banjir yang terserang penyakit di pengungsian. Kata dia, di Posko Pengungsian Desa Tegalwaru, sedikitnya ada 36 warga yang mengeluh sakit. Kebanyakan, mereka demam dan gatal-gatal. “Sudah kita tangani 36 pasien demam dan gatal-gatal. Untuk stok obat-obatan masih tersedia dan cukup,” ujar Sumari, kepada KBE, Rabu, (26/2) kemarin. Sumari mengimbau, kepada warga yang terdampak banjir, untuk rutin membersihkan badan pasca berendam di air banjir, untuk menghindari penyakit gatal-gatal. Selain itu, di cuaca yang masih ekstrim, para pengungsi diminta untuk menghindari air hujan. Kepada anak-anak juga tak dianjurkan mainan air banjir, karena bisa terserang penyakit. “Anak-anak jangan kebanyakan main air banjir. Nanti bisa demam dan gatal-gatal,” imbaunya. Pjs Kepala Desa Tegalwaru, Euis Herawati mengungkapkan, banjir yang menerjang pekan ini merupakan yang ke 4 kalinya menerpa warga Perum Pratama Permai, Desa Tegalwaru, Cilamaya Wetan. Euis menjelaskan, di Perumahan satu-satunya yang ada di Cilamaya itu, terdapat 250 rumah dengan 726 jiwa. Dan sebagain besar dari mereka mengungsi karena tak punya rumah lantai dua. “Tapi banjir sudah mulai surut. Warga kembali ke rumah untuk bersih-bersih. Mudah-mudahan ini banjir yang terakhir,” harapnya. Di lain sisi, Ketua Fordas Cilamaya, Muslim Hafidz mengimbau, kepada para pengusaha di hulu Sungai Cilamaya untuk tak membuang limbah ke sungai saat musim hujan dan banjir seperti sekarang. “Gatal-gatal itu bisa terjadi karena air yang mengalir di Sungai Cilamaya mengandung limbah B3. Jadi saya imbau, kepada pengusaha di hulu. Jangan buang limbah sembarangan ke sungai,” tegasnya. (wyd/mhs)