KBEonline.id – Dalam sebuah penemuan yang luar biasa, para ilmuwan mengungkapkan bahwa jumlah bintang di alam semesta jauh lebih banyak dibandingkan jumlah butiran pasir di seluruh Bumi. Fakta ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga membuka diskusi baru tentang luasnya kosmos yang kita huni.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Sarah Collins dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics menggunakan data dari Teleskop Hubble dan Teleskop Subaru di Hawaii. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah bintang di alam semesta yang teramati mencapai sekitar 1 septiliun, atau angka 1 dengan 24 nol di belakangnya.
Sementara itu, penelitian geologi memperkirakan ada sekitar 7,5 x 10^18 butiran pasir di pantai dan gurun-gurun Bumi. Perbandingan ini menunjukkan bahwa bintang-bintang di kosmos jauh lebih banyak daripada butiran pasir, sebuah fakta yang sulit dipahami.
Baca Juga:Otak Manusia Tidak Bisa Merasakan Sakit Loh! Apa Penyebabnya?Sangat Unik! Ternyata Lumba-lumba Memiliki Nama untuk Dipanggil oleh Lumba-lumba Lain
Penemuan ini memberikan perspektif baru tentang kemungkinan adanya planet, sistem tata surya, dan galaksi lain yang belum terjamah. Dengan jumlah bintang yang begitu besar, peluang untuk menemukan kehidupan di luar Bumi semakin terbuka lebar. Selain itu, teknologi yang terus berkembang membawa impian eksplorasi luar angkasa semakin dekat dengan kenyataan. Misi-misi ambisius dari NASA dan badan antariksa lainnya kini memiliki dorongan tambahan berkat fakta ini.
Lebih dari sekadar angka, penemuan ini mengajak kita untuk merenungkan posisi kita dalam jagat raya. Menyadari betapa kecilnya kita dibandingkan dengan luasnya alam semesta dapat membuat kita lebih menghargai keajaiban kosmos. Jumlah bintang yang jauh melampaui butiran pasir bukan hanya sekadar statistik; ia adalah pengingat akan misteri tak berujung yang menanti untuk dijelajahi.
Penemuan ini tidak hanya mengubah cara pandang kita terhadap alam semesta, tetapi juga membuka pintu bagi berbagai kemungkinan baru dalam ilmu pengetahuan dan eksplorasi. Bintang-bintang itu, seperti pasir di pantai, menyimpan cerita dan rahasia yang belum terungkap—menunggu untuk ditemukan oleh generasi mendatang.
(Vionisya Citra)