“Kami mengajak masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan doa, dzikir, dan pengajian, serta kegiatan ibadah lainnya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” ujar Asep dalam keterangannya.
Selain aspek sosial dan keagamaan, Pemkab Bekasi juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan konvoi kendaraan, menyalakan kembang api, maupun membakar petasan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan, dan gangguan ketertiban umum.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya supaya tidak terlibat dalam kegiatan hura-hura pada malam pergantian tahun,” tegas Asep.
Baca Juga:Predikat Informatif Jadi Kado Akhir Tahun Pemkab BekasiDari Bekasi untuk Sumatera: Ribuan Guru Kumpulkan Rp549 Juta Bantu Korban Bencana
Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Pemkab Bekasi turut menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kecamatan hingga desa agar tetap berada di wilayah masing-masing selama malam pergantian tahun. Para camat, kepala desa, dan lurah diminta meningkatkan koordinasi pengamanan serta pemantauan kondisi masyarakat di lingkungannya.
“Camat, kepala desa, dan lurah harus tetap berada di tempat masing-masing dan meningkatkan koordinasi pengamanan agar suasana malam Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Asep. (iky)
