KBEoline.id – Tiga ruang kelas Sekolah SMPN 03 Cikarang Selatan yang ambruk sudah dua tahun tidak digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal itu di katakan Plt Kepala Sekolah SMPN 3 Cikarang Selatan, Nurdiana. Minggu (18/1/26).
” Itu bangunan yang 3 ruang kelas itu memang sudah lama 2 tahun kita kosongankan karena kondisinya sudah rusak parah dan tidak dapat di gunakan untuk KBM,” katanya.
Ia menuturkan, ambruknya tiga ruang kelas tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan sejak beberapa hari yang lalu. Ditambah kondisi ketiga bangunan ruang kelas tersebut sudah rapuh.
Baca Juga:Polantas Menyapa, SIM Keliling Hari Ini Standby di Pospol Dawuan Cikampek15 Ribu Lebih Warga Karawang Korban Banjir, Terparah di Segaran Batujaya
” Jadi kemarin sore tidak apa, itu ambruknya pas malam nya karena cuacanya lumayan ekstrim,” ujarnya.
Menurutnya, tiga ruang kelas tersebut memang akan di renovasi total pada Tahun 2026 ini. Karena memang pihak sekolah sudah berkali-kali mengajukan agara ada perbaikan atau pembangunan ruang kelas baru.
” Alhamdulillah informasi dari pemerintah daerah tahun ini akan di bangun ruang kelas baru dua lantai dengan 6 ruang kelas, anggarannya bersumber dari APBD 2026,” ucapnya.
Sebelumnya di beritakan, Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terus mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang berlangsung secara terus-menerus tersebut mengakibatkan robohnya beberapa gedung di SMP Negeri 3 Cikarang Selatan.
Sekolah yang beralamat di Perumahan Graha Ciantra Blok A/D, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi itu mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi bangunan diduga tidak mampu menahan dampak hujan berkepanjangan sehingga menyebabkan sejumlah gedung ambruk.
Beruntung, peristiwa robohnya beberapa gedung sekolah tersebut terjadi saat masa libur sekolah, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerusakan bangunan ini dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar apabila tidak segera mendapat penanganan dari pihak terkait.
Kepala Desa Ciantra, Mulyadi Fernando, berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki sekolah yang rusak tersebut. Ia menegaskan bahwa perbaikan harus menjadi prioritas demi keselamatan dan kelangsungan pendidikan para siswa.
Baca Juga:PGE Tambah Kapasitas Terpasang dan Perkuat Ekosistem Green HydrogenPenertiban Bangunan Liar di Bantaran Kali Apur, Upaya Normalisasi untuk Cegah Banjir di Jayakerta
“Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan gedung SMPN 3 Cikarang Selatan yang roboh. Jika tidak segera ditangani, kegiatan belajar mengajar akan terganggu dan kami khawatir siswa dan siswi bisa mogok sekolah,” ujarnya.
